Menperin Minta Pameran Otomotif Tumbuhkan Industri Komponen

20160107-Menperin---Dyandra

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong penyelenggara pameran turut mendorong industri komponen otomotif nasional. Salah satunya dengan memberi kesempatan pelaku industri itu berpartisipasi dalam ajang pameran kendaraan bermotor.

“Bukan hanya memberi tempat berupa ‘booth’ tertentu tetapi juga menempatkannya di titik strategis. Harus ditata menarik dan jangan di belakang, di pinggir-pinggir,” kata Menperin saat menerima Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Ery Erlangga di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Saat ini, industri komponen dalam negeri memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Beberapa faktornya antara lain semakin maraknya industri perakitan, meningkatnya kebutuhan komponen dan suku cadang untuk layanan purna jual (after sales). Apalagi, pasar otomotif di dalam negeri maupun di ASEAN terus tumbuh.

Kemenperin mencatat, penjualan kendaraan bermotor di ASEAN telah mencapai angka lebih dari 3,1 juta unit pada tahun 2015, di mana Indonesia mengisi pasar dengan jumlah penjualan mendekati angka 1,3 juta unit kendaraan.

Menurut Menteri Saleh, hal ini memberi ruang bagi industri komponen untuk bermitra dengan prinsipal otomotif global baik membangun pabrik baru atau menambah kapasitas produksi. “Maka, setiap kesempatan ajang promosi otomotif harus memberi manfaat bagi industri lokal. Di setiap langkah, national interest memang menjadi fokus kita,” tegasnya.

Kepada Menperin, Dyandra Promosindo menyampaikan rencana penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 7-17 April mendatang. “Target pengunjung yang hadir sebanyak 380 ribu, meningkat dibanding realisasi IIMS Agustus kemarin yang mencapai 360 ribu orang,” ujar Ery Erlangga.

Begitu juga soal transaksi pembelian kendaraan, pihaknya menargetkan Rp 2 triliun alias lebih tinggi sekitar 22 persen dari pelaksanaan ajang serupa tahun lalu yang sebesar Rp 1,64 triliun. Dyandra juga mengincar jumlah peserta mencapai 300 perusahaan, lebih banyak dibanding IIMS 2015 yang berhasil menghimpun 275 peserta.

“Visi IIMS sejalan dengan arahan Menperin karena kami ingin menonjolkan industri nasional. Kami rangkul semua kalangan industri termasuk komponen,” kata Direktur Dyandra, Hendra Noor Saleh yang juga mengungkapkan menghadirkan lebih banyak peserta dari perguruan tinggi untuk memamerkan inovasi teknologi otomotif.

Soal waktu penyelenggaraan, Menteri Saleh mengapresiasi karena tidak bersamaan dengan pameran otomotif serupa. Hal ini diyakininya memaksimalkan jumlah pengunjung, memberi kemudahan, kenyamanan dan lebih efektif mendorong promosi industri.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan, ke depan pameran otomotif skala nasional dan internasional menjadi kesempatan mendongkrak pemasaran komponen lokal. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar