Menperin Optimis Ekonomi Jabar Bakal Melesat Cepat

kabarrakyat-co-ekonomi-060515-750x420

JAKARTA, (tubasmedia.com)– Menteri Perindustrian Saleh Husin optimis, pertumbuhan investasi serta ekonomi di Jawa Barat (Jabar) bakal melesat cepat. Pasalnya, Pemprov Jabar sangat gencar membangun infrastruktur yang berarti mengurangi biaya logistik yang membuat investasi terdorong masuk mengapresiasi gencarnya pembangunan infrastruktur.

” Jurus jitu pasti menumbuhkan investasi serta perekonomian daerah. Kalau investasi masuk dalam jumlah besar maka perekonomian Jabar bisa unggul,” kata Saleh di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Selanjutnya Menperin Saleh menceritakan pengalaman saat bertemu dengan beberapa investor. Rata-rata, mereka punya niat besar untuk membangun industri di Jabar. Hanya saja perlu didukung dengan infrastrktur yang mumpuni.

“Saat ini, industri di Jabar terkonsentrasi di sebelah barat, seperti Bekasi-Karawang atau dekat-dekat Jakarta. Ke depan, harus diarahkan ke timur. Tapi perlu disiapkan infrastrukturnya, seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara Kertajati di Majalengka,” papar Menperin Saleh.

Kemenperin mencatat, dari 74 kawasan industri di Indonesia, Jabar memiliki 24 kawasan. Berdasarkan survei 2013, kawasan industri di wilayah Jabar adalah yang terbanyak. Disusul Kepulauan Riau (11 kawasan industri), Banten (10), dan Jateng (8).

Dari sisi luas area, total kawasan industri Jabar mencapai 14,3 ribu hektar alias 39,4% dari seluruh kawasan industri di Indonesia seluas 36,3 ribu hektar.

Kemenperin berharap, pengembangan industri di Jabar bisa meningkatkan lapangan kerja. Pada 2014, industri makanan berjumlah 1.037 perusahaan menyerap 112 ribu karyawan, tekstil 851 perusahaan menyerap 254 ribu karyawan, pakaian jadi 740 perusahaan menyerap 231 ribu karyawan, kulit dan alas kaki 205 perusahaan menyerap 52 ribu karyawan, dan karetplastik 390 perusahaan dengan 104 ribu karyawan.

Untuk mendorong industri di Pemprov Jabar bertumbuh, kata Menperin Saleh, melakukan restrukturisasi mesin untuk tekstil, produk tekstil dan alas kaki, pengembangan IKM dan bantuan pembangunan Pusat Pengembangan Teknologi Industri Mesin Perkakas dan Alat Kesehatan di ITB.

Selain itu, menyusun Master Plan Pengembangan Wilayah Jawa Barat bagian Timur, termasuk wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Ciamis. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar