Menperin Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

 BERDISKUSI - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdiskusi dalam US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, 15 September 2016. Dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menginformasikan peluang investasi di empat kawasan industri prospektif yang dipriotitaskan pengembangannya, yaitu Kawasan Industri Dumai (industri pengolahan kelapa sawit), Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Kendal (industri fesyen), dan Kawasan Industri Kaltim (industri hilirisasi migas).-tubasmedia.com/ist


BERDISKUSI – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdiskusi dalam US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, 15 September 2016. Dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menginformasikan peluang investasi di empat kawasan industri prospektif yang dipriotitaskan pengembangannya, yaitu Kawasan Industri Dumai (industri pengolahan kelapa sawit), Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Kendal (industri fesyen), dan Kawasan Industri Kaltim (industri hilirisasi migas).-tubasmedia.com/ist

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Peluang berinvestasi di Indonesia semakin menguntungkan dengan didukung jumlah penduduk kelas menengah yang terus meningkat dan memiliki potensi pasar sebesar USD1,8 triliun, bonus demografis, serta didukung adanya sumber daya alam yang terjamin.

Selain itu, ditunjang pula oleh iklim politik yang stabil dalam sepuluh tahun terakhir. Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Amerika Serikat untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. “Kami harapkan investasi Amerika Serikat di Indonesia, dari komitmen investasi di 73 proyek industri yang totalnya masih di bawah USD100 juta, dapat meningkat,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam dialog US-Indonesia Investment Summit yang diselenggarakan AmCham Indonesia di Jakarta (15/9).

Komitmen investasi tersebut, dijelaskan Menperin, meliputi sektor industri makanan dan minuman, industri logam, permesinan dan elektronika, kimia dan industri farmasi.

Sementara itu, peluang lain yang potensial bagi investor Amerika Serikat terdapat di sektor hilirisasi industri berbasis sumber daya mineral, industri gasifikasi batubara dan industri petrokimia, industri agro, industri galangan kapal serta industri komponen otomotif dan kedirgantaraan.

Menperin mengharapkan dukungan dari pelaku industri Amerika Serikat dalam meningkatkan nilai tambah pada industri Indonesia melalui hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan industri domestik terhadap bahan baku impor, bahan pendukung dan barang modal.

Selain itu, Menperin juga mempromosikan empat kawasan industri yang sangat prospektif untuk investor yang saat ini sedang dibangun, yakni kawasan industri Dumai, kawasan industri JIIPE Gresik, kawasan industri Kendal serta kawasan industri Kaltim.  Keempatnya memiliki lokasi yang strategis, didukung fasilitas infrastruktur yang memadai serta memiliki sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan oleh industri.

Dalam sesi diskusi yang juga menghadirkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong, dengan moderator Managing Director AmCham Indonesia Lin Neumann tersebut, Airlangga mengharapkan investasi Amerika Serikat di Indonesia dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kedua negara dalam meningkatkan nilai tambah industri manufaktur dan, bila memungkinkan, meningkatkan kontribusi signifikan industri dalam negeri pada jaringan produk global. “Investasi Amerika Serikat di sektor industri berperan penting dalam peningkatan kapabilitas teknologi di Indonesia, sehingga Indonesia dapat berpartisipasi dalam global value chain,” ujarnya.(sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar