Menperin Serukan, Sektoral Dirjen agar Menggunakan Data IKI Sebaik Mungkin

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan informasi dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) akan diberdayakan untuk pembuatan kebijakan perindustrian.

Seiring dengan itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meluncurkan IKI yang melibatkan 23 subsektor industri dan 2.000 responden.

Menperin Agus mengatakan, IKI memiliki beberapa keunggulan, seperti jumlah responden mencapai angka 2.000, melebihi survei bulanan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dari S&P Global yang hanya melibatkan 400 responden.

Kemudian juga dibandingkan Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang hanya mencakup 8 subsektor industri, IKI mencakup 23 subsektor industri.

Lebih lanjut Agus menyebutkan IKI akan dikeluarkan setiap bulan, sementara PMI BI hanya dikeluarkan 3 bulan sekali.

“Dalam rangka menghadapi ekonomi global perlu ada antisipasi pemulihan nasional, maka pemantauan periodik menjadi penting agar kita bisa segera merespons kondisi di lapangan,” kata Agus di Grand Hyatt Jakarta, Rabu (30/11).

Menperin menyampaikan IKI merupakan gambaran industri pengolahan dan prospek bisnis selama 6 bulan ke depan, maka demikian dalam survei IKI disertakan pertanyaan-pertanyaan yang meliputi faktor penting dalam kondisi perindustrian.

Untuk itu, kata Agus, setiap perusahan terkait wajib melaporkan data yang dibutuhkan IKI.

“Perusahaan industri perlu menyampaikan laporan pada tanggal 12-23 setiap bulannya. Setelah data clean and clear, data diolah menjadi nilai indeks dan analisis IKI, dan akhirnya rilis IKI pada setiap akhir bulan berjalan,” tuturnya.

Agus optimistis semua asosiasi industri dapat menggerakkan anggotanya dengan berperan aktif mengisi survei IKI yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Indeks pertama IKI rencananya akan dirilis pada sore ini memuat data industri nasional bulan November 2022.

“Mohon dukungan dari teman-teman pelaku usaha untuk berpartisipasi mengisi survei dan isi apa adanya. Jika kinerja sedang kurang baik, jangan laporkan bagus, sebaliknya jangan laporkan kinerja bagus ketika kinerja kurang baik. Karena IKI alat kita cari solusi, saya minta jajaran sektoral dirjen menggunakan data IKI sebaik mungkin,” kata Agus. (sabar)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.