Mentalitas Korupsi Akar Persoalan Masalah Banjir

011114-hukum1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Akar permasalahan mengapa masalah banjir di Jakarta tidak pernah berkesudahan, ternyata tidak lain berkaitan dengan masalah mentalitas perilaku korup. “Itu hasil pengamatan saya, ternyata korupsi menjadi akar persoalan banjir di ibu kota, karena semua fasilitas dan sarana justru tidak digunakan secara maksimal,” ujar Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (31/10) usai mengikuti seminar dengan tema “Solusi Mengatasi Banjir Jakarta”.

Diungkapkan Ahok, bahwa orang pintar banyak, uang banyak, saat masuk ke DKI uangnya Rp 41 triliun, tahun ini hampir Rp 80 triliun. “Saya sangat yakin akar persoalan adalah korupsi, tidak ada yang lain,” tandasnya lagi.

Sorotan itu dilontarkan saat Ahok pada Seminar Sehari Solusi Mengatasi Banjir Jakarta yang diadakan oleh Masyarakat Hidrologi Indonesia bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta di Hotel Century Park Senayan.

Menurut Ahok, gaji pegawai negeri sipil (PNS) terendah di DKI Jakarta saat ini Rp 7 juta, tahun depan terendah minimal Rp 12 juta, tapi pelayanan publik belum maksimal. “Masalahnya bukan uang, tapi seberapa nekat saya memecat pegawai yang tidak mau patuh, kalau tidak menurut jadi staf saja,” ancam Ahok seraya menandaskan, dengan uang yang ada, sebenarnya DKI Jakarta bisa melakukan apa saja untuk mengatasi banjir. Ke depan DKI lebih fokus memperkuat tanggul yang sudah ada, serta pengadaan peralatan untuk mengeruk sampah dan lumpur yang mengendap.

Mantan Bupati Belitung ini mengaku melihat terlalu banyak permainan dalam mengatasi banjir. Dinas terkait lebih berorientasi mendapatkan komisi proyek. “Penanganan banjir di DKI Jakarta menjadi tugas rutin, tapi mengapa harus diserahkan kepada swasta, saya perintahkan semua peralatan pendukung dibeli,” ujarnya. (marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar