Menteri Susi Koar-koar, Nelayan Tetap Miskin

369326_620

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pembebasan bea masuk produk perikanan asal Indonesia ke Amerika Serikat, tidak banyak berdampak terhadap kesejahteraan nelayan.

Hal itu diutarakan Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim dalam rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (25/9/2015). “Dewasa ini, rantai perdagangan ikan dunia belum memihak pelaku perikanan skala kecil, khususnya di negara-negara berkembang,” kata Abdul Halim.

Padahal, lanjut Abdul Halim, produk perikanan merupakan sumber pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat dunia. Kontribusinya 40%, atau senilai US$ 135 miliar pada tahun 2014.

Berdasarkan data Kiara, produk perikanan yang paling diekspor adalah udang, salmon, tuna, cumi-cumi, gurita, dan kepiting.

“Dalam konteks rantai perdagangan ikan, mestinya pelaku perikanan skala kecil, khususnya perempuan nelayan, mendapatkan pengakuan atas peran dan kesejahteraannya,” kata Abdul Halim.

Selama ini, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti selalu mengklaim keberhasilan dalam memperjuangkan pencabutan bea masuk produk perikanan Indonesia ke AS.

Sayangya, Kiara menyebut, nelayan tetap miskin meski Menteri Susi sudah berhasil melakukan pembebasan bea masuk. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar