Menteri Susi Sentil Pengelola Industri Garam, Masa Kita Masih Impor Garam…?

WG3R8xb4vh

KUPANG, (tubasmedia.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengomentari kondisi industri garam di Indonesia. “Masa negara kita dengan lautnya yang luas, masih saja impor garam,” katanya kepada para petani garam di di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (12/6/2016).

Kedatangan Menteri asal Pangandaran ini, untuk meninjau PT Garam (Persero) dan program Garam Rakyat. “Saya senang karena kerja sama antara PT Garam dengan masyarakat terjalin cukup baik, sehingga operasinya berjalan dengan baik,” kata Menteri Susi.

Susi mengatakan, potensi industri garam di tanah air, sangat terbuka. Hanya saja perlu keseriusan dan kerja keras untuk membesarkannya. Ke depan, dia berharap swasembada garam bisa terwujud baik di NTT maupun Indonesia. “Mari bersama-sama, agar laut yang luas ini bisa kita manfaatkan untuk menghasilkan garam yang banyak,” kata Menteri Susi.

Menteri Susi berpesan agar petani garam maupun PT Garam tidak menebang pohon bakau, atau merusak lingkungan ketika membuka lahan untuk produksi garam. “Yang berani menyentuh dan menebangnya, akan berhadapan dengan saya,” tegas menteri yang sempat heboh karena memiliki tato ini.

Direktur Utama PT Garam (Persero) Ahmad Budiono mengatakan, lahan garam yang disediakan Pemkab Kupang seluas 400 hektar. Selanjutnya, PT Garam akan menggarap tiga lahan tambak garam dan menjanjikan sudah terisi garam pada Agustus 2016. “Oktober ini bisa panen. Perkiraannya bisa 36 ribu ton,” papar Ahmad. (red)

Berita Terkait