Menteri Susi : Tak Perlu Impor Garam

garam

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan tidak menutup kemungkinan profesi petani yang merupakan kultur budaya bangsa menjadi hilang lantaran kapitalisme terus menggerus.

“Kalau kita hanya berpikir kapitalisasi, semua hanya untung dan rugi. Nggak boleh lagi saya rasa negara hanya memikirkan itu. Harusnya justru berperan menjadi pelestari budaya bangsa, saya pikir itu yang benar,” kata Susi saat disinggung soal petani garam di Indonesia dialihkan menjadi yang lebih produktif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Susi mengatakan bahwa dengan masuknya impor garam ke Indonesia, maka secara tidak langsung hal ini telah mematikan petani garam di Indonesia. Bahkan, dari impor garam tersebut hanya segelintir pengusaha saja yang meraup keuntungan.

“KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) itu punya petani garam. Impor tidak perlu, kalau petani kita itu bisa, kita mengusulkan kepada kemendag dan kemenperin untuk lebih mengutamakan petani nasional,” jelasnya.

Menurut dia, petani garam Indonesia memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Dia berjanji, pemerintah akan memberikan fasilitas teknologi agar standar garam nasional sama dengan yang dibutuhkan.

“Kita perlu perbaiki kualitasnya dan memajukan teknologi garam nasional agar standar sama dengan standar internasional, kita juga bersedia,” tandasnya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar