Mesin CNC Buatan Balai Kemenperin Digunakan IKM dan Siswa SMK

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, terutama dalam penggunaan teknologi terkini. Hal ini diharapkan memacu produktivitas, inovasi dan daya saing industri nasional, termasuk pada sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Salah satu langkah strategisnya adalah dengan memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0. Program ini sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dan pemanfaatan teknologi industri secara inklusif,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Jumat (11/3).

Target tersebut direalisasikan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBSPJILM), yang merupakan satuan kerja di bawah koordinasi BSKJI Kemenperin, dengan membuat terobosan berupa mesin CNC 3 Axis yang telah dilengkapi dengan fitur sistem komunikasi berbasis internet atau yang disebut Internet of Things (IoT) sesuai standar industri.

“Faktor utama penyebab kurangnya pemanfaatan teknologi CNC 3 Axis pada IKM dan SMK adalah tingginya nilai investasi dan belum ada perusahaan lokal yang memproduksi secara kontinyu CNC 3 Axis. Selain itu terdapat kendala aftersales berupa pelatihan dan service mesin CNC tersebut,” papar Doddy.

Mesin tersebut dibuat dengan biaya terjangkau yang diperuntukkan untuk peningkatan daya saing IKM dan kompentensi siswa SMK di Indonesia.

Untuk menjawab tantangan di era Industri 4.0, BBSPJILM melakukan inovasi dengan merancang mesin CNC 3 Axis bersatandar industri manufaktur guna peningkatan produktivitas dan daya saing IKM.

Doddy mengemukakan, keunggulan mesin CNC 3 Axis karya BBSPJILM memiliki potensi transferability penggunaan yang baik, karena telah dilengkapi dengan prosedur pengoperasian dan perawatannya.

“Sehingga mudah digunakan serta dapat menekan biaya opeasi karena proses perawatan mesin dilakukan secara mandiri oleh SDM IKM,” jelasnya. (sabar)

 

Berita Terkait