Mobil Listrik dapat Mematikan Industri Komponen Otomotif

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Kendaraan listrik disebut salah satu segmen bisnis yang prospektif. Namun, industri komponen otomotif terancam mati apabila adopsi kendaraan listrik telah berjalan optimal sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan peta jalan yang dirancang oleh Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik di Indonesia ditargetkan mencapai 20 persen dari total volume penjualan domestik pada 2025.

Penliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Riyanto mengatakan kehadiran era mobil listrik dapat mematikan industri komponen otomotif jika pemerintah tidak melakukan pencegahan.

“Ini yang menjadi pemikiran bersama dengan adanya kendaraan listrik. Banyak industri komponen yang terdegradasi, karena komponen kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan biasa,” ujar Riyanti dalam webinar, Kamis (26/11/2020).

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan tindakan pencegahan agar industri komponen kendaraan konvensional dapat cepat beralih. Jika pemerintah tidak sigap, tenaga kerja di industri otomotif dapat kehilangan pekerjaanya.

Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memperkirakan volume produksi industri komponen untuk mesin dengan teknologi pembakaran akan berkurang sekitar 30 persen. Ini disebabkan komponen mobil listrik tidak sama dengan kendaraan konvensional.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian berkomitmen akan mengadakan pelatihan bagi industri kecil dan menengah komponen otomotif agar bisa memasok komponen untuk kendaraan listrik.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufik Bawazier menyatakan bahwa pelatihan bagi industri kecil dan menengah (IKM) menjadi penting karena populasi kendaraan listrik ditargetkan tembus 20 persen pada 2025.

“IKM akan dibina untuk memasok [komponen KBL] karena kami mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri pada 2030 hingga 80 persen,” ujar Taufiek beberapa waktu lalu. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar