Mulailah dari Diri Sendiri

Oleh: Sabar Hutasoit

ilustrasi

ilustrasi

KUMULAI dari diri sendiri. Ini adalah judul sekaligus syair sebuah lagu yang bernuansa religi. Syair lagu ini cukup bagus, bernas, sopan dan memang benar-benar merupakan petuah kepada segenap insan manusia di muka bumi ini.

Lagu ini cocok dijadikan sebagai alat penuntun, pencerahan, pengingat, meredam keangkuhan dan kesombongan sekaligus membuat seluruh pendengarnya mengenal dirinya sendiri agar tidak merasa benar sendiri dan bisanya hanya menyalahkan orang lain. Makanya kita diajak memulai dari diri sendiri.

Tidak gampang memang memulai sesuatu dari diri sendiri, terutama yang sifatnya tentang kejujuran. Sosok manusia biasanya lebih pintar mengenal kesalahan orang lain dan sebaliknya, menempatkan orang lain atau lawan bicaranya apalagi lawan politiknya berada pada posisi salah.

Maka tidak heran jika ada pepatah yang berbunyi ; ‘Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat.”

Ya memang. Ini fakta. Siapakah diantara orang-orang yang kini sedang menghadapi kasus hukum, khususnya yang terlibat tindak pidana korupsi yang mau dan rela mengakui perbuatanya. Semuanya cuci tangan. Semuanya buang badan. Semuanya saling tunjuk dan semuanya mengaku sebagai pahlawan yang memberantas korupsi, tapi faktanya mereka telah melakukan perampokan uang rakyat.

Maka itu perlu dan penting dan tidak berlebihan permintaan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin agar seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 berani membuka daftar nama calon anggota DPR atau DPRD mereka yang pernah terlibat kasus korupsi sebelum tanggal 9 April 2014.

Parpol harus berani terbuka, transparan dan jangan sekali-kali menutupi diri dan tidak boleh menutup-nutupi fakta yang sebenarnya jika di dalam Daftar Calon Tetap (DCT) mereka terdapat caleg koruptor atau caleg yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi, ungkap saja.

Para pimpinan parpol juga harus menghargai hak pemilih untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang latar belakang dan rekam jejak para calon. Tidak perlu dipoles dan dihias karena jika barang polesan itu yang akan ‘’dijual’’, pada akhirnya nanti perjalanan bangsa dan perjalanan parpol bersangkutan akan tetap berbenturan dengan masalah.

Tidak satupun diantara warganegara republik yang sama-sama kita cintai ini mau menerima pemimpin, baik itu legislatif, eksekutif dan yudikatif yang ‘’kotor’’ tidak clean dan penuh berlumuran sikap dan perangai perampok. Kita maunya yang bersih, adil, jujur dan berbudi pekerti. Supaya figur-figur ini terwujud, harus dimulai dari pimpinan parpol itu sendiri.

Pimpinan parpol harus berani menyaring secara ketat caleg-caleg yang akan ‘’dijual’’, benar-benar berkualitas dan berbudi pekerti sehingga anggota legislatif periode 2014-2019 benar-benar bermutu dan tidak lagi ada anggota DPR dan DPRD yang terjerat kasus korupsi. Jangan sampai lahir anggota legislatif yang abal-abal yang tidak mengerti apa-apa selain ingin merampok uang rakyat.

Bisakah tarwujud harapan tersebut? Jawabnya pasti bisa, tergantung pimpinan parpol. Maukah mereka memulai dari diri sendiri? ***

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar