Murid SDN Puspajaya Belajar di Tenda Darurat

Laporan : Hakri Miko

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (Tubas) – Nasib kurang beruntung bagi murid SDN Puspajaya, Desa Pusparaja, Kec. Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya yang duduk di kelas 1 dan 2, karena sudah dua tahun terakhir ini, terpaksa belajar di tenda darurat. Pasalnya, ruang kelasnya rusak akibat diterpa gempa dua tahun lalu.

Ironisnya lagi, kondisi tendanya yang digunakan sudah lapuk dan bolong-bolong. Sehingga, jika diguyur hujan para murid terpaksa harus menutup kepala dengan buku atau kantung plastik, yang sengaja dibawa dari rumah masing-masing.

Situasi dan kondisi belajar yang memprihatinkan ini terjadi setelah Tasikmalaya diguncang gempa, pada bulan September 2009 lalu.

Kepala SDN Puspajaya, Atang Hermawan, S.Ag kepada Tubas baru-baru ini mengatakan, memang kondisi SDN Puspajaya sejak tahun 2004 sudah memprihatinkan.

Usulan proyek bantuan DAK yang diajukan sekitar tahun 2004 lalu, baru terealisasi tahun 2009 pasca gempa, itu pun hanya cukup membangun tiga lokal bangunan. “Sedangkan kelas satu dan kelas dua belum mendapat dana perbaikan dari DAK, jadi terpaksa belajar di dalam tenda bantuan kecamatan, sedangkan kelas tiga terpaksa belajar di perpustakaan,” kata Atang.

Selain ruang kelas sudah rusak, ruang guru dan ruang kepala sekolah pun kondisinya sudah rusak dan lapuk, yang hingga kini cukup memprihatinkan.

Bangunan SDN Puspajaya yang berdiri sejak 1969 itu, kini atapnya terpaksa disangga oleh bambu, karena kayu penyangga tiang atapnya sudah rapuh dimakan rayap. “Pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan anggaran penambahan untuk ruang kelas, namun hingga sekarang belum ada tanggapan (realisasi) dari Pemda setempat,” kata Atang kecewa. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar