Negeri Ini Butuh Pemimpin yang Tegas

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Berbagai isu yang melecehkan Indonesia mulai dari sengketa perbatasan Ambalat, perampokan kebudayaan, penyiksaan TKI di Malaysia hingga isu terbaru dari WikiLeaks menimbulkan kesan bangsa ini seakan tidak memiliki wibawa lagi.

“Bocornya kawat diplomatik oleh Wikileaks tentang pemerintahan bukan saat ini saja. Mereka, bangsa asing berani mengobok-obok negeri ini, karena memang negeri yang besar ini dianggap sudah dinilai tidak memiliki harga diri,” kata Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah di Jakarta, Minggu, (27/3/2011).

Menurutnya, situasi ini terjadi karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memiliki ketegasan dalam mengambil sikap, baik untuk urusan dalam negeri, maupun urusan berskala internasional.

“Sebenarnya WikiLeaks ataupun pihak asing lainnya tidak akan berani kepada negeri ini, kalau pemimpinnya tegas di dalam mengatur negerinya. Nah, jangankan untuk mengatur hubungan luar negeri, toh di dalam negeri saja SBY tak mampu menunjukan sosok pemimpin yang tangguh dan tegas. Ia lebih banyak pencitraan. Sehingga tak salah, orang lain pun menilai akan mudah untuk mengolok-olok negeri ini,” paparnya. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar