NSA Peringatkan Serangan Cyber China Bisa Mematikan Infrastruktur Amerika Serikat

cybercrime
WASHINGTON, (tubasmedia.com) – Cina dan mungkin satu atau dua negara-negara lainnya memiliki kemampuan untuk menyerang dan mungkin mematikan sistem komputer dari utilitas listrik, jaringan penerbangan dan perusahaan keuangan Amerika Serikat, ungkap Mike Rogers, direktur US National Security Agency, pada hari Kamis.

Saat memberikan kesaksian kepada Komite Intelijen di DPR Amerika tentang kemungkinan ancaman serangan cyber, Rogers mengatakan penyerang digital telah mampu menembus sistem tersebut dan melakukan misi “pengintaian” untuk menentukan bagaimana jaringan tersebut bisa dijalankan bersama-sama.

“Apa yang menjadi perhatian kita adalah akses tersebut, kemampuan tersebut, dapat digunakan oleh negara-negara, kelompok atau individu tertentu untuk mencatat kemampuan tersebut,” katanya.

Rogers mengatakan China adalah salah satu negara dengan kemampuan untuk melakukannya disamping pendapat bahwa ada negara lain yang juga bisa melakukan hal serupa.

“Mungkin ada satu atau dua negara lain,” katanya, namun menolak untuk menguraikannya kepada publik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan pemerintah China “melarang” adanya hacker cyber dan mengungkapkan bahwa mereka sering menjadi korban serangan tersebut yang diduga berasal dari Amerika Serikat.

“Pemerintah China secara tegas melarang aktifitas ini. Kenyataan ini tak terbantahkan,” kata Hong kepada wartawan dalam konferensi pers reguler pada hari Jumat.

Rogers bersaksi dua hari setelah permintaan untuk merombak koleksi catatan telepon massal NSA gagal diajukan di Senat. Pendukung privasi mungkin saat ini harus memulai dari awal untuk proses hukum mereformasi aturan pengawasan di Amerika Serikat.

Dia mengatakan pada sidang yang digelar di House Of Representatives bahwa perusahaan telepon masih memberikan catatan-catatan kepada NSA, tetapi di bawah aturan ketat daripada ketika program itu di ungkapkan ke publik pada tahun 2013 oleh mantan kontraktor Edward Snowden.

Rogers mengatakan bahwa NSA mengantisipasi bagian dari undang-undang yang baru, dan akan menunggu sebelum bergerak maju dengan perubahan teknologi. Ia mengatakan lembaga, dan perusahaan telepon, lebih suka menunggu dan melihat apa yang mungkin dimasukkan dalam undang-undang baru yang akan diresmikan oleh pemerintah Amerika Serikat. (rizal)

Berita Terkait

Komentar

Komentar