Pak SBY, Jangan Ganggu Anak Isteri Saya

Laporan: Redaksi

SBY

SBY

JAKARTA, (Tubas) – “Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.

Permohonan ini keluar dari mulut tersangka kasus dugaan suap wisma atlet, Mohammad Nazaruddin saat berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitan pemeriksaan pertama atas dirinya sejak dia diringkus di Cartagena, Kolumbia, pekan silam.

“Saya meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak mengganggu anak dan istri saya,” teriak Nazaruddin.

Sementara itu, Ketua Departemen Kominfo Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang adalah koleganya semasa di Partai Demokrat meminta agar Nazaruddin ditembak mati. “Aku orang yang paling sedih dia ditangkap, karena dari awalnya aku yang bujuk dia agar pulang. Dan dia bilang akan balik. Tapi, nyatanya. Nazar kabur dan memfitnah kader PD terlibat korupsi. Sekarang setelah dia pulang, aku minta bila perlu ditembak mati saja,” tegas Ruhut, kepada pers, di Senayan, Kamis (18/8).

Rupanya, ancaman dan intimidasi terhadap tersangka korupsi proyek Pembangunan Wisma Atlet SEA Games, M Nazaruddin bisa jadi bukan isapan jempol belaka. Buktinya, kader Demokrat, Ruhut sudah mengeluarkan permohionan agar Nazaruddin ditembak mati saja.

Nazaruddin tidak berkomentar banyak seusai menjalani pemeriksaan selama hampir dua jam di KPK. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu hanya meminta keluarganya jangan sampai diganggu Presiden SBY.

Nazaruddin bahkan meminta untuk langsung ditahan tanpa melalui proses penyidikan. “Saya mengaku salah, kalau perlu saya enggak usah disidik langsung divonis saja, ditahan saja, enggak masalah,” katanya.

Nazaruddin tidak menjelaskan lebih jauh soal pernyataannya itu. Dia juga tidak menjawab saat diberondong pertanyaan soal ancaman terhadapnya. Namun kuasa hukum Nazaruddin, OC Kaligis menambahkan, kliennya telah menyiapkan surat untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mengenai kapan surat itu akan dikirim, merupakan kewenangan Nazaruddin, Kaligis enggan menjawab.

Terkait pemeriksaan tersebut, Kaligis mengatakan, Nazaruddin hanya ditanya kesiapannya untuk diperiksa dalam kasus wisma atlet. “Dia jawab, ‘saya saja yang salah, saya sendiri saja, saya tidak akan ngomong apa-apa’,” kata Kaligis menirukan kliennya.

Pasal yang disangkakan kepada Nazaruddin, lanjut Kaligis, hanya yang terkait dengan kasus wisma atlet. Nazaruddin selaku anggota DPR diduga menerima pemberian uang senilai Rp 4,3 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek wisma atlet.

Kasus ini juga melibatkan anak buah Nazaruddin, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, dan Manajer Pemasaran PT DGI, Mohamad El Idris.

Selama buron hampir tiga bulan, Nazaruddin memunculkan dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Dia menuding anggota DPR lainnya yakni Angelina Sondakh (Fraksi Partai Demokrat), Mirwan Amir (Fraksi Partai Demokrat), dan Wayan Koster (Fraksi PDIP) dalam kasus wisma atlet serta Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng ikut menerima aliran dana.

Tembak Mati Saja

Perlakuan dan resiko yang dialami oleh suami Neneng Sriwahyuni itu, menurut Ruhut, merupakan kemauannya sendiri. Mulai dari kabur ke luar negeri, bernyanyi dan memfitnah, sampai ditangkap di Kolombia. “Tapi, setelah dibawa ke Indonesia, dia anteng saja,” tambahnya.

Anggota Komisi III DPR itu geram dan meminta Nazar ditembak mati karena kaget dengan kelakuan mantan rekannya di Demokrat yang diduga terlibat kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 6 triliun. “Bayangkan apa nggak kaget dengar kasus Rp 6 triliun lebih,” kata Ruhut.

Maka dari itu, menurut Ruhut, Partai Demokrat sudah tidak penting lagi dengan “bendera putih” yang dilontarkan Nazaruddin yang mengaku siap berhenti berkicau dan siap dipenjara sendiri asal anak dan istrinya tidak diganggu.

“Silahkan nyanyi dan berkicaulah. Kami akan proses kader kami yang terlibat, tidak akan kami lindungi,” tegasnya.

Dia juga mengimbau, semua nama politisi yang disebut-sebut terlibat korupsi oleh mantan buronan polisi internasional itu, jangan mau mendengar rayuan gombal Nazarudin. “Bagi saya proses terus kasus Nazarudin, bila perlu ditembak mati,” tegas Ruhut kembali. (tim)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar