Pameran Produksi Indonesia 2013 di Bandung

Laporan: Redaksi

ilustrasi

PAKAILAH PRODUK INDONESIA - Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W Retraubun bersama Kasubag TU dan Manajemen Kinerja Industri Pertanian dan Alat Mesin Pertanian Misnah SE angkat jempol sembari mengucapkan ‘’pakailah produk Indonesia’’ -tubasmedia.com/sabar hutasoit

BANDUNG, (TubasMedia.Com) – Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah tingginya serbuan barang-barang impor sebagai dampak dari implementasi berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) di tengah semangat penguatan daya saing industri dan pengamanan pasar produk dalam negeri.

Demikian Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W Retraubun pada pembukaan Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2013 di Bandung, Kamis.

Alex menyatakan, masyarakat harus meningkatkan fanatisme penggunaan produk dalam negeri untuk menghentikan serbuan produk impor.

“Semua masyarakat di Indonesia harus memiliki kecintaan dengan produk buatan dalam negeri. Produk nasional memiliki daya saing yang tinggi,” katanya.

Upaya yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam hal ini Pusat Komunikasi Publik mensosialisasikan kemampuan industri dalam negeri dan mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri adalah melalui promosi yang dikemas dalam PPI dengan memilih tema Inovasi dan Kreativitas Kunci Kemandirian Industri.

Pameran tersebut diselenggarakan selama empat hari, 26 – 29 September 2013 dan dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB di Trans Convention Center, The Trans Luxury Hotel, Bandung. PPI diikuti sebanyak 126 peserta dari berbagai daerah.

Pameran ini, lebih menyasar pada pemenuhan produk-produk kebutuhan konsumsi rumah tangga sehingga yang ditampilkan merupakan produk unggulan seperti industri furniture kayu, rotan, bambu, industri garmen, TPT, tas dan aksesoris; industri kosmetik dan herbal; industri elektronika dan telematika; industri alat transportasi, alat kesehatan, dan alat mesin pertanian; industri makanan dan minuman; serta produk-produk berkualitas lainnya.

Penyelenggaraan PPI 2013 merupakan bagian dari program kebijakan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang sasaran dan targetnya untuk menjangkau potensi belanja konsumsi domestik sebagai captive market, yaitu belanja pemerintah yang bersumber dari APBN/APBD dan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang nilainya cukup besar.

Pameran ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kemampuan industri dalam negeri dan bangga menggunakannya, sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan impor barang-barang sejenis yang dikhawatirkan dapat mengancam ketahanan industri dalam negeri. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar