Pandai Besi Alat-alat Perkebunan Sawit Desa Sitampurung, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Sedikitnya 40 pandai besi yang memproduksi alat-alat perkebunan sawit di Desa Sitampurung, Siborong-borong Tapanuli Utara, mengharapkan uluran tangan pemerintah agar industri kecil tersebut dapat dikembangkan.

Hal tersebut diutarakan Rudy Lumbantoruan, salah satu dari pelaku industri kecil itu kepada tubasmedia.com di ruang produksinya di Desa Sitampurung, kemarin.

Desa Sitampurung yang jarak tempuhnya dari Bandara Silangit hanya 30 menit itu sudah dikenal sejak seratus tahun silam sebagai sentra pandai besi yang memproduksi alat-alat perkebunan, pertanian serta lonceng gereja.

Namun hingga kini keberadaan para pelaku pandai besi itu belum beranjak naik, bahkan menurut pengakuan Rudy, kondisi mereka semakin terpuruk.

‘’Ya, semakin sulit, apalagi dengan masuknya alat-alat perkebunan impor dari Malaysia,’’ katanya.

Jelas dan sudah pasti, lanjut ayah dari lima anak ini, produk mereka berupa dodos, kampak siam dan aigerek, kalah bersaing dengan buatan Malaysia, terutama masalah mutu. Pasalnya, peralatan produksi mereka di Desa Sitampurung, sangat tradisional sekali.

Demikian juga bahan baku yang mereka gunakan, mutunya jauh di bawah standar, sebab bahan baku yang mereka gunakan adalah besi-besi bekas, berupa per mobil, sementara pandai besi Malaysia sudah menggunakan bahan baku baja yang original.

Peralatan produksi Malaysia  juga, katanya sudah sangat modern. ‘’Lihat nih, gerinda yang kami pakai masih gerinda tangan yang ukurannya teramat kecil,’’ katanya.

Selain mutu alat-alat produksi pandai besi di Desa Sitampurung berada pada kondisi di bawah standar, usianya-pun sudah tergolong tua dan sudah saatnya untuk diremajakan.

Namun karena kemampuan untuk melakukan peremajaan mesin produksi tidak bisa diandalkan, mereka dengan terpaksa masih terus menggunakan peralatan produksi itu. ‘’Hasilnya, mengecewakan dan mutunya di bawah standarlah,’’ sambungnya.

Karena itu para pandai besi itu serentak mengatakan, kiranya pemerintah mau mengulurkan tangan memberi bantuan berupa penyuluhan teknologi, pengadaan bahan baku yang original serta peremajaan mesin-mesin produksi.(sabar)

Berita Terkait