Panglima: Berdemo Jangan Mau Dikendalikan

demo

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pesan kepada para mahasiswa terkait aksi unjuk rasa. Menurutnya, berdemo harus menggunakan hati nurani.

Jenderal Gatot kembali memberikan kuliah umum kepada mahasiswa, kali ini di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Kamis (17/11/2016).

Usai pemaparan, salah seorang mahasiswa bertanya kepadanya tentang anggapan TNI kepada mahasiswa yang sering membuat ide berdemo dan melakukan kericuhan.

“Demo diperbolehkan pemerintah. Asal sudah sesuai aturan. Mahasiswa boleh berdemo,” ucap Gatot menjawab pertanyaan itu.

Menurut mantan Pangkostrad tersebut, sebelum melakukan aksi di jalanan, alangkah lebih baik jika mahasiswa berdiskusi terlebih dahulu dengan para pembimbingnya di kampus.

Dengan demikian, aspirasi yang akan disuarakan tidak akan ditumpangi kepentingan lainnya.

“Karena Anda mempunyai lembaga, bisa didiskusikan berdasarkan forum lembaganya. Sehingga Anda yang turun demo sesuai hati nurani, dan paling penting bukan dikendalikan,” kata Gatot.

“Mahasiswa mempunyai harga diri jadi jangan dikendalikan. Demo kan seharusnya memperbaiki kondisi berdasar fakta yang ada,” imbuh jenderal bintang empat ini.

Kemudian, salah seorang dosen ikut melontarkan pertanyaan kepada Gatot. Dosen itu mengawali pertanyaan dengan memberikan perumpamaan Gatot seperti tokoh pewayangan, yaitu Bima, pahlawan perang Pandawa yang menghadapi Kurawa.

“Kurawa kan kalau datang kroyokan. Mungkinkah melihat sejarah DI-TII muncul kembali dan bagaimana menangkis varian seperti itu?” tanya dosen pria tersebut.

Gatot pun menjawab dengan menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga kesatuan RI apa pun taruhannya. Panglima TNI juga memastikan, setiap prajuritnya akan berjuang melawan pihak-pihak yang melakukan aksi separatis.

“Orang seperti itu tidak akan muncul dan TNI akan paling depan menumpas itu. Dari sejarah bukan TNI mendirikan negara ini, karena bersama-sama membangunnya kita bisa memenangkannya,” tutup Gatot. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar