Pantur Banjarnahor, Ajak Petani Humbahas Gigih untuk Marpadot

Pantur Banjarnahor (berkemeja putih) sedang menyaksikan penanaman kentang di Desa Pearung -tubasmedia.com/edison ompusunggu

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara, Pantur Banjarnahor mengajak masyarakat petani Humbang Hasundutan (Humbahas) agar meningkatkan kegigihan bertani.

Pasalnya, dengan gigih bertani, kesejahteraan akan semakin membaik dan keharmonisan keluarga juga akan tercipta. ‘’Saya mengajak semuanya agar ‘’marpadot’’,’’ kata Pantur mengutip ungkapan Bahasa Batak yang artinya gigih dan giat dalam segala hal, terutama dalam bidang pertanian.

Penjelasan Pantur itu juga diungkapkan dalam kaitan menguraikan  sosialisasi Perda Propsu No 3 Tahun 2019 tentang Perempuan dan Perlindungan Anak yang diselenggarakan Selasa (1805) di Desa Pearung Kecamatan Paranginan  Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Dengan marpadot, keharmonisan dalam keluarga akan tumbuh berkembang karena dengan marpadot akan membawa petani serba berkecukupan sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam keluarga dapat terhindar,” tandasnya.

Sosialisasi Perda Propsu no 3/2019 tentang perlindungan Perempuan dan Anak dihadiri pengurus Kelompok Tani, Kepala Desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Paranginan serta Kadis Sosial Vandeyik Simanungkalit, Camat Paranginan Parlin Siahaan yang dirangkai dengan pemaparan dari Food Estate (FE)  tentang bagaimana menanam kentang sesuai standar FE.

Plt Dinas PMD P2A yang juga Kadis Sosial, Vandeyik Simanungkalit menjelaskan bahwa kerap terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam keluarga dipicu karena keadaan ekonomi keluarga dan kekerasan itu tidak semata hanya kekerasan phisik.

“Dengan tidak menafkahi dan menelantarkan anak adalah termasuk kekerasan dalam keluaraga. Tentu dengan marpadot kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi yang berakibat pada pertumbuhan keluarga yang rukun dan damai,”terang Vandeyik. (edison ompusunggu)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar