Paskah Minta SBY Bentuk Tim Independen

Laporan: Marto

Paskah Suzetta

JAKARTA, (Tubas) – Paskah Suzetta, tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk tim independen. Tim independen ini, kata Paskah, bertugas untuk meneliti konstruksi hukum dalam kasus yang menyeret 30 anggota dewan ini.

“Sejauh mana konstruksi hukumnya, apakah sudah diletakkan dengan baik,” ujar Paskah di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin 14 Februari 2011.

Ia menilai, konstruksi hukum dalam kasus ini tidak berjalan dengan semestinya. Padahal, pihak-pihak yang diduga oleh KPK sebagai penerima telah ditangkap. “Namun, pemberi belum juga ditangkap.”

Paskah merupakan satu dari 30 anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 yang diduga menerima suap dalam bentuk cek pelawat usai pemilihan DGS tahun 2004 yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom.

Ditambahkan mantan Menneg PPN/Kepala Bapennas, jika tim independen yang dibentuk presiden tidak dapat mengurai konstruksi hukum kasus tersebut dengan baik, dia mengancam akan meminta dunia internasional memasuki ranah kasus tersebut.

“Saya minta dunia internasional, kalau di dalam negeri tidak bisa diselesaikan dengan independen,” tegasnya. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar