PDIP: Minta MUI Larang Yahya Waloni Menjadi Pendakwa, Dia Iblis yang Menyerupai Manusia

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Politisi PDIP Dewi Tanjung menyatakan pihaknya tidak sepaham dengan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Yahya Waloni.

Karenanya, Dewi Tanjung meminta MUI melarang Yahya Waloni berpraktek menjadi pendakwah atau ustaz. Menurutnya, Yahya Waloni menyerupai manusia menebarkan kebencian dan permusuhan dalam setiap perkataanya.

“MUI Tolong Blokir Larang Keras Manusia Yg Bernama YAYAH WALONI Berpraktek menjadi pendakwah/ Ustad. Dia Iblis yg menyerupai Manusia menebarkan kebencian & permusuhan dalam setiap Perkataanya Apa yg di lakukan sangat mempermalukan dan merugikan agama Islam yg Rahmatam Lill Al’amin,” tulis Dewi Tanjung tulis Dewi Tanjung beberapa waktu lalu

Dewi Tanjung meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) keluarkan fatwa haram Yahya Waloni jadi ustaz. Hal tersebut diungkapkan Dewi Tanjung di akun Twitter @DTanjung15

Awalnya, Dewi Tanjung meminta MUI melarang Yahya Waloni berpraktek menjadi pendakwah atau ustaz.

Dia Iblis yg menyerupai Manusia menebarkan kebencian & permusuhan dalam setiap Perkataanya

Apa yg di lakukan sangat mempermalukan dan merugikan agama Islam yg Rahmatam Lill

Al’amin,” tulis Dewi Tanjung belum lama ini.

Pada postingan selanjutnya, Dewi Tanjung bahkan meminta MUI keluarkan fakta haram Yahya Waloni jadi pendakwah dan ustaz.

Dewi Tanjung mengatakan profesional dan bersikap adil, jangan hanya mengurusi SKB 3 Menteri terkait pemakaian jilbab di sekolah.

“MUI Tolong Keluarkan Fatwa HARAM Yahya Waloni jadi pendakwah dan ustad.

MUI harus Profesional dan bersikap adil jangan Urusan SKB 3 menteri terkait pemakai Jilbab di Sekolah MUI Ngoceh2.

Giliran ada manusia ngaku jd ustad sebar ujaran kebencian dlm isi ceramahnya MUI Mingkem wae,” tulis Dewi Tanjung

Dipolisikan

Dua pentolan Cyber Indonesia, Muannas Alaidid dan Husin Shibab mendampingi pelaporan seorang warga kepada ustaz Yahya Waloni.

Dalam laporannya ke Bareskrim Polri itu, Yahya Waloni dituding melakukan tindak pidana kebencian atau permusuhan SARA.

“Kami dari Cyber Indonesia kemarin mendampingi pelapor yg juga pendeta dari Aliansi Indonesia Timur resmi mengadukan YW ke bareskrim polri. Penghinaan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun yang memecah belah tidak dapat dibenarkan, jangan pernah lelah merawat indonesia. @DivHumas_Polri,” tulis Muannas Alaidid di akun Twitternya, Rabu (28/4/2021)

Hal sama diutarakan Habib Husin.

Kader yang pernah dipecat PSI gara-gara dugaan mengunggah konten asusila ini berharap agar polisi segera menangkap Yahya Waloni.

Siapa Yahya Waloni?

Dikutip dari berbagai sumber disebutkan bahwa Ustad Yahya Waloni pernah menjabat sebagai Ketua atau Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong tahun 1997-2004.

Dia pernah menetap di Sorong sejak tahun 1997 – 2004 karena pindah ke Balikpapan.

Di sana, dia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Pada 2006, Ustad Yahya Waloni pindah ke Kota Cengkeh, Tolitoli. Di Tolitoli, dia mendapatkan bimbingan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berdasarkan penuturannya, Ustaz Yahya bersama istri memeluk Islam secara sah pada Rabu, 11 Oktober 2006, Pukul 12.00 Wita melalui tuntutan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli, Komarudin Sofa.

Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopi Waloni diganti menjadi Muhammad Yahya. Nama istrinya Lusiana diganti menjadi Mutmainnah.

Nama anak-anaknya pun ikut diganti, Silviana diganti menjadi Nur Hidayah, Sarah menjadi Siti Sarah dan Zakaria tetap menggunakan nama tersebut.

Penuh kontroversi

Sejak menjadi pendakwah agama Islam, Yahya Waloni kerap menimbulkan kontroversi.

Salah satunya, dia pernah mendoakan agar Quraish Shihab segera meninggal.

Dikutip dari Tribun Timur (Jaringan Warta Kota), doa tersebut Yahwa Waloni ucapkan lewat video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Hadits TT lalu dibagikan ulang Jarrak Pos Banten TV, 4 Juni 2018.

Doa tersebut dilontarkan Yahya Waloni lantaran KH Quraish Shihab pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mulanya, Yahya Waloni membahas soal Ahok yang dihukum penjara.

Diketahui, waktu itu Ahok berada di penjara lantaran disebut menistakan agama.

“Ahok sekarang dikurung dalam penjara. Kenapa? Karena mengatakan Al-Maidah 51 membohongi. Itu, Ahok itu fanatis. Beragama Kristen. Owh itu tukang bayar gajinya pendeta itu,” kata Yahya Waloni.

“Pura-pura saja dia itu mengakui Islam, bohong. Makanya jamaah bilang, doakan supaya Ahok cepat masuk Islam,” ujar Yahya Waloni.

Bukannya menuruti permintaan jamaah, Yahya Waloni justru mendoakan supaya Ahok cepat mati.

“Doakan supaya cepat mati,” imbuhnya.

Yahya Waloni meminta agar tidak ada yang bermain-main dan berkhianat dengan Islam.

“Ente mau bermain berkhianat terhadap Islam, jangankan saudara, jangankan kaum kafir. Sedangkan muslim saja dapat akibatnya, apalagi kaum kafir itu sekarang di penjara,” kata Yahya Waloni.(sabar)

 

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar