PDIP: SBY Menangislah Sendiri Jangan Ajak Rakyat Ikut-ikutan Cengeng

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum pulih, sehingga menjadi rintangan berkoalisi. Politikus PDIP Aria Bima memberi kritik.

Menurut Aria Bima, keluhan SBY terkait hubungannya dengan Megawati sudah kerap dilontarkan. Dia menyebut itu digunakan untuk mencari simpati.

“Keluhan musiman SBY adalah produk dari suasana psikologi yang lebay, di mana dengan sadar difungsikan sebagai alat untuk mengais simpati rakyat,” ujar Aria Bima kepada wartawan, Kamis (26/7/2018).

Wakil Ketua MKD DPR itu menilai manuver SBY tidak baik bagi pendidikan politik. Aria mengatakan sikap tersebut justru akan melemahkan.

“Kerinduan pada belas kasihan publik semacam itu jelas bukan pendidikan politik yang positif untuk rakyat. Karena tidak mencerdaskan, tetapi malah melemahkan,” tuturnya.

Aria Bima lalu menyinggung soal kepemimpinan SBY sebagai presiden selama 10 tahun. Dia berharap SBY dapat memberikan contoh pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

“Cukuplah rakyat dininabobokan dengan sentimentalitas semacam itu selama 10 tahun era SBY. Kalau mau menangis, menangislah sendiri. Jangan ajak rakyat ikut-ikutan cengeng,” kata SBY.

Sebelumnya diberitakan, SBY mengungkap adanya rintangan untuk Demokrat berkoalisi dengan Joko Widodo di Pilpres 2019, padahal dalam satu tahun ini memiliki hubungan yang cukup baik.

Presiden RI ke-6 itu lalu membeberkan salah satu rintangannya adalah soal hubungannya dengan Megawati yang belum pulih.

“Kalau hubungan saya dengan Bu Mega masih ada jarak ikhtiar untuk saya jalankan. Komunikasi saya lakukan 10 tahun. Mendiang Taufiq Kiemas juga sudah berusaha memulihkan. Jadi bukannya nggak ada kehendak, tapi Allah belum kehendaki,” sebut SBY, Rabu (25/7).

“Saya hormati beliau sebagai presiden sebelum saya, tidak akan pernah hilang hormat saya, tapi Tuhan belum takdirkan hubungan kami kembali normal,” tambahnya. (red)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar