Pejabat harus Berani Menolak Memberi “Setoran”

020115-nas-4

JAKARTA, (tubasmedia.com)-Pesan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar Lurah, Camat, pejabat eselon IV, III, dan II berani tidak memberi “setoran” kepada oknum yang tidak bertanggung jawab LSM dan oknum yang mengaku tentara.

“Lurah camat jangan bodoh, diminta setoran lagi, apalagi wali kota. Kalau bapak ibu enggak berani melawan, berani menghina saya,” kata Ahok di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta, Jumat (02/01/2015).

Ahok membuka kesempatan bagi para pejabat DKI untuk melaporkan semua hal di wilayahnya, termasuk permintaan setoran oleh berbagai pihak. Dia juga tidak ingin mendengar adanya laporan merasa terzalimi karena tidak menyetor, sehingga dia tidak mendapatkan jabatan yang diinginkan.

Penegasan Ahok seluruh keputusan perombakan pejabat berada di tangannya, bukan oleh pihak lain. “Bagi saya kalau sudah kejadian dan Anda baru melaporkan hal itu, ya sama saja. Jadi mulai hari ini, seluruh pejabat yang dilantik eselon IV, III, dan II, tidak ada lagi ranting jabatan termasuk staf,” katanya.

Diisyaratkannya apabila ingin mendapat posisi jabatan di lingkungan Pemprov DKI, PNS hanya cukup bekerja dengan baik dan tidak lagi membudayakan setor menyetor. Jika telah mendapat posisi, Ahok berharap pejabat turut aktif melaporkan berbagai perkembangan di wilayahnya.”Saya sudah berikan nomor handphone, BBM, dan Whatsapp saya. Jangan percaya lagi dengan setor menyetor,” tegasnya. (marto tobing)

Berita Terkait