Pelaku Industri Cangkul Minta Izin Impor Bahan Baku Dibuka, Maka Impor Cangkul Otomatis Terhenti

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Salah satu cara menghentikan impor cangkul adalah memproduksi cangkul di dalam negeri yang harganya bersaing dengan cangkul impor dari China.

‘’Jika Indonesia telah bisa memproduksi cangkul dengan harga yang bisa mengalahkan harga cangkul impor dari China, otomatis impor akan terhenti,

Kata salah seorang pengusah industri cangkul dalam negeri yang juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Alat Pertanian Indonesia (Alsintan).

Masalahnya sekarang katanya, untuk memproduksi cangkul di dalam negeri, terbentur pada penadaan bahan balku (material) cangkul. Jika mengandalkan bahan baku dalam negeri, harga produknya sudah pasti akan lebih mahal dibanding buatan China.

Dengan menggunakan bahan baku buatan dalam negeri, katanya, harga cangkul produk Indonesia harus dijual mahal yakni Rp 60.000 per unit sementara buatan China bisa hanya Rp 30.000.

‘’Kalau begini faktanya, bagaimana kita bisa hentikan impor. Konsumen kan tidak bisa disalahkan jika mereka hanya mau membeli barang yang harganya murah,’’ katanya.

Karena itu, dia tidak sepakat dengan kesimpulan Menteri Perindustrian yang baru, Agus Kastasasmita yang menyebut impor cangkul itu terjadi karena konsumen tidak cinta produk dalam negeri dan tidak ada kesadaran mencintai produk nasional. “Bagaimana mencintai, produk lokal jika harganya lebih mahal dibanding impor,” katanya.

Karena itu dia mengusulkan, pemerintah membuka impor bahan baku industri cangkul agar cangkul dapat diproduksi di dalam negeri dengan harga yang sangat kompetitif, jauh di bawah harga cangkul impor dari China.

‘’Berikan izin impor bahan baku industri cangkul, kami akan produksi cangkul di dalam negeri dengan harga yang sangat murah dan impor cangkul otomatis akan stop,’’katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar