Pelemahan Rupiah Karena Sentimen Ekternal

ilustrasi-penurunan-rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) –Rupiah sempat menyentuh Rp 12.900 per dollar AS. Namun, nilai tukar tersebut mulai menguat perlahan di sekitar Rp 12.600 per dollar AS. Mengapa rupiah melemah ?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sebuah wawancara mengungkapkan tren pelemahan rupiah dalam dua pekan terakhir karena faktor temporer yang berasal dari sentimen eksternal maupun domestik yang muncul.

Sentimen eksternal yang paling nyata antisipasi terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee yaitui semacam RDG (Rapat Dewan Gubernur) di The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika) yang akan mengambil keputusan mengenai besaran dan waktu kenaikan tingkat suku bunga

Di sisi lain, tambah Bambang kondisi Rusia yang tidak diperkirakan sebelumnya. Nilai rubel (mata uang Rusia ) mengalami penurunan yang begitu tajam, sehingga akhirnya otoritas moneter Rusia menaikkan tingkat suku bunga (acuan) dari 10,5 persen menjadi 17 persen. Jadi naik 650 bps. Otomatis ini menimbulkan sedikit goncangan di pasar emerging market dan salah satunya Indonesia.

“Inilah yang ikut membawa rupiah hampir menyentuh level Rp 13.000 per dollar AS” kata Menkeu, Sabtu (20/12/2914).

Bambang menambahkan masyarakat perlu tahu bahwa depresiasi rupiah per 15 Desember bukan yang paling tajam. Rupiah hanya hanya melemah sekitar 2 persen. Tapi mata aung uang Rusia ( rubel) melemah sekitar 10 persen.

Meskipun rupiah melemah terhadap dolar AS, ternyata rupiah mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang regional seperti yen Jepang, won Korea, dan ringgit malaysia. “Masyarakat harus melihat hal ini dalam konteks yang lebih menyeluruh, jangan hanya melihat pada rupiah melemah. Pelemahan rupiah harusnya menjadi momentum kita untuk semakin membenahi sektor manufaktur” pinta Bambang.

Pelemahan rupiah , lanjut Bambang sebagai momen untuk mengangkat kembali sektor manufaktur. Pelemahan rupiah akan menguntungkan ekspor yang sifatnya manufaktur bukan yang sifatnya komoditas. “Kita harus segera mengambil manfaat dan kesempatan dari pelemahan nilai rupiah ini” harapnya (siswoyo)

Berita Terkait