Peletakan Batu Pertama LRT Jabodetabek, 17 Agustus 2015

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan light rail transit (LRT) di Jakarta. Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan LRT direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus 2015.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, pembangunan jalur LRT tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memakai jalur tol, dari Bogor – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, kemudian Bekasi – Cawang, Cawang – Dukuh Atas.

“Jadi pakai jalur tol,” kata Basuki kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/5/2015) sore, seperti dipetik dari laman Sekretariat Kabinet.

Basuki menegaskan, pembangunan LRT tidak menggunakan konsorsium, namun ditugaskan pada BUMN PT Adhi Karya (Persero), dan akan dilaksanakan hingga pembangunannya tuntas atau dapat dioperasikan pada 2018. Mengenai nilai investasi yang ditanamkan untuk pembangunan LRT, Menteri PUPR menyebut Rp 24 triliun.

Dirut PT Adhi Karya, Kiswodarmawan, mengemukakan, Presiden Jokowi berharap rute LRT akan melalui Jabodetabek semua, yaitu Bogor menuju Jakarta dalam hal ini lewat Cawang, dan menggunakan jalur tepi tol.

Mengenai biaya, Dirut PT Adhi Karya mengaku belum menghitung detail kalau sampai ke Bandara Soekarno Hatta. Kiswodarmawan menyebutkan, panjang jalur LRT yang akan dibangun kurang lebih 72 kilometer. Hitungannya per kilometer antara Rp 200 miliar – 300 miliar, sudah termasuk keretanya. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar