Peluang Industri Perkapalan Cerah

Laporan : Sabar Hutasoit

Budi Darmadi

Budi Darmadi

JAKARTA, (Tubas) – Pemerintah memprioritaskan pembangunan sektor industri dan infrastruktur, termasuk untuk pengembangan industri galangan kapal di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Harsusanto, mantan Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) saat Rapat Umum Anggota (RUA) ke-3 asosiasi tersebut, di Marina Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis pekan silam.

Dia mengatakan seiring pelaksanaan asas cabotage (muatan domestik wajib dilayani kapal berbendera merah putih), peluang industri galangan kapal nasional seharusnya lebih baik.

Apalagi, lanjutnya, dari segi kemampuan, galangan kapal nasional telah mampu mendorong berbagai jenis kapal, mulai dari kapal jenis tug boat dan tongkang, kapal tangker, kapal cargo, accommodation barge, rig, kapal ikan, kapal keruk, kapal penumpang, maupun bulk carrier.

“Sampai saat ini kapal yang dibangun di galangan kapal nasional terbesar hingga ukuran 50 ribi DWT,” ujarnya didampingi Sekjen Wing Wing Wirjawan.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, yang membuka secara resmi RUA mengatakan peluang industri perkapalan nasional dalam lima tahun ke depan masih cerah.

Alasannya, saat ini telah terjadi pergeseran pusat produksi kapal dunia yakni dari sebelumnya berbasis di Eropa ke Asia. Kondisi ini menjadikan Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi kapal berikutnya di dunia, setelah Jepang, Cina dan Korea.

Iperindo mencatat, kapasitas terpasang untuk bangunan baru di galangan kapal nasional saat ini sebesar 900 ribu GT per tahun, dan untuk perbaikan atau reparasi 6 juta GT per tahun. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar