Pembangunan Cenderung Abaikan Fungsi Lingkungan

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

PURBALINGGA, (TubasMedia.Com) – Pembangunan fisik di perkotaan cenderung mengabaikan fungsi lingkungan. Pembangunan terkesan asal jadi tanpa memikirkan kelestarian lingkungan hidup. Jika hal itu terus dilakukan, generasi mendatang akan merasakan dampaknya. Hal itu dikemukakan Plt Sekda Purbalingga Imam Subijakto, Senin (16/7) di Purbalingga saat sosialisasi P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau).

Imam mengakui pembangunan lingkungan seolah tidak strategis, dampak kerusakan lingkungan juga baru bisa diketahui di masa mendatang. Namun belajar dari pengalaman masa lalu, harus ada keselarasan antara pembangunan fisik dan pelestarian lingkungan. Imam mengingatkan untuk tetap mempertahankan pohon-pohon besar di tepi jalan agar tidak ditebang.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Purbalingga Setiyadi, menyatakan isu lingkungan yang lebih penting adalah membangkitkan kesadaran dan tindakan bersama dalam menjaga kualitas lingkungan. Pembangunan harus memperhatikan aspek berkelanjutan dengan mendorong tersedianya RTH (Ruang Terbuka Hijau) untuk menjaga kualitas ekologi kota.

Berdasarkan UU nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Perda nomor 5 tahun 2011 tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Purbalingga, luas RTH minimal 30 persen dari luas wilayah kota. Dari luas tersebut, 20 persen merupakan RTH publik dan sisanya RTH private. Saat ini Purbalingga memiliki RTH seluas 1.485,96 hektar atau 54,9 persen dari luas kota.

Sementara itu Tim Ahli P2KH bidang pemberdayaan masyarakat, Mila Karmilah mengatakan, partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kota hijau perlu dimulai dari hal kecil. Misalnya, menggunakan transportasi yang tidak menggunakan bahan bakar, mengelola sampah dari skala rumah tangga, menghemat listrik dan air. Sebisa mungkin ada sumur resapan di setiap rumah, baik komunal maupun individu (sistem biopori).

Partisipasi masyarakat juga harus diikuti kebijakan pemerintah untuk mendukung kota hijau. ”Kebijakan yang diambil antara lain yang mendukung perilaku hijau masyarakat, memperbanyak RTH, dan menyusun masterplan kota hijau,” tambah Mila. (joko)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.