Pembangunan Tiga Jalan Tol Dipercepat

Laporan: Sariaman Damanik

Jalan Tol

BANDUNG, (Tubas) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan empat kepala daerah sepakat mempercepat pembangunan tiga ruas jalan tol. Keempat kepala daerah itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada, Bupati Bandung Dadang Naser, Bupati Sumedang Don Murdono, dan Bupati Majalengka Sutrisno. Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum pada akhir Desember.

 “Kesepakatan kali ini dengan empat kabupaten/kota madya merupakan turunan dari kesepakatan dengan Kementerian PU yakni percepatan pengadaan tanah untuk pembangunan ketiga ruas tol tersebut. Dalam kesepakatan besar itu Pemprov Jabar bertanggung jawab dalam hal pembebasan lahan melalui BUMD Jasa Sarana. Hari ini merupakan kesepakatan turunan dari kesepakatan besar itu,” kata Heryawan seusai menandatangani kesepakatan di Gedung Sate, belum lama ini.

Terkait dengan itu, Heryawan meminta para kepala daerah mempercepat pembebasan lahan. Di antaranya melalui percepatan penerbitan Surat Permohonan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP), dari semula sekitar 3  bulan menjadi kurang dari 1 bulan. Pasalnya, jika pembebasan tertunda, pembangunan jalan tol tidak dapat terwujud. Targetnya, 2012 pembebasan lahan sudah semua tuntas,” ujarnya.

 Ketiga jalan tol yang akan dibangun itu, Tol Soreang Pasir Koja (Soroja), Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Dari ketiga ruas tol tersebut, kemungkinan Cisumdawu yang paling cepat dibangun, karena pembebasannya hampir rampung dan memenuhi target. Saat ini Cisumdawu sedang tender konstruksi. Sedang pembangunan BIUTR kemungkinan baru tahun 2012.

Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Purnomo mengemukakan, tender pembangunan tol Cisumdawu, bekerja sama dengan China, kemungkinan pada Juni atau Juli 2011. Diharapkan proses konstruksi berjalan akhir 2011. Tahap awal pembangunan, dimulai dari seksi 2. Lokasinya sebelum masuk Cadas Pangeran dengan panjang ruas tol yang dibangun 17 km. Seksi 2 tuntas, dilanjutkan dengan seksi 1 yang akan bergabung ke Cileunyi. Besaran alokasi biaya untuk kedua seksi tersebut, melalui APBN, berupa pinjaman lunak mencapai US$ 250 juta. Sementara untuk BIUTR, pengkajian terus dilakukan. Pemerintah Jepang siap menyediakan pinjaman lunak sebesar US$ 150 juta, yang terbagi untuk dua seksi, yaitu Soekarno-Hatta – Gedebage dan Pasteur-Gasibu. ***

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar