Pembelajaran Model Daring di Humbahas Dilematis Banyak Tempat belum Terjangkau Jaringan Internet

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan(Humbahas) melalui Kepala Dinas Pendidikan Humbahas, Joni Gultom menghimbau kepada orang tua siswa agar turut serta berperan dalam pembelajaran daring yang menggunakan  metode belajar melalui model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS)  pada masa Pandemi Covid 19.

Hal itu disampaikan Joni Gultom melalui pesan WA  kepada tubasmedia.com. Jumat 25/7.

Menurutnya, peran orang tua dalam pembelajaran sangat dibutuhkan dalam upaya menumbuhkembangkan perobahan terhadap siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Sehubungan dengan itu diimbau kepada orang tua agar mendukung sepenuhnya anak didik pada masa Covid – 19 untuk belajar  daring dengan memfasilitasi peralatan yang dibutuhkan seperti memberi ruang dan kesempatan pada anak didik belajar dari berbagai sumber, semisal TV dan lain lain Tentunya tetap dalam pengawasan orang Tua.

“Hingga pada saatnya nanti para guru dan siswa diharapkan mampu menggunakan Zoom, Google Meet dan lainnya,”kata Joni.

Di tempat terpisah, Kepala SMP Negeri 3 Siborutorop Paranginan, Pancer Samosir di ruang kerjanya mengatakan, usai pelaksanaan masa transisi pembelajaran tatap muka tingkat SMP yang sempat diterapkan di Humbahas, pihaknya telah mengundang orang tua murid, Senin 20/7 lalu bertatap muka  bersama guru menyoal pembelajaran dengan model daring. Pasalnya, masih banyak diantara siswa dan orang tua yang belum memiliki handphone android untuk kebutuhan siswa.

Ternyata kata Pancer, usai mengikuti pertemuan itu para orang tua dengan keterbatasan berusaha membeli handphone android. “Buktinya,semakin banyak yang aktif di grup,” ujarnya.

Meski demikian Pancer Samosir menghimbau kepada orang tua murid, jangan karena karena Belajar Dari Rumah (BDR) dengan daring, malah orang tua menyuruh anak ke ladang.

“Orang tua harus mengawasi anak dan mempersiapkan sarana yang dibutuhkan,” terangnya.

Jikalau boleh, meskipun tidak dianjurkan pemerintah, biarlah anak itu setiap jam sekolah berpakaian rapi bila perlu berpakaian dinas sekolah supaya orang tua enggan menyuruh anaknya kesana kemari mulai pukul 8.00 – pukul 12 sesuai dengan jam sekolah.

Pembelajaran dengan model daring di beberapa tempat di Kecamatan Paranginan sangat dilematis sebab masih banyak tempat belum terjangkau jaringan internet seperti halnya SD 173337 di Desa Paranginan Utara melakukan belajar dengan daring sangat tidak mungkin karena jaringan internet tidak baik.

“Kami mengunjungi para anak didik ke rumah-rumah dan membagi buku pelajaran yang langsung kami antar,” kata Hobbi Sianturi salah seorang diantara Guru SD 173337 Paranginan yang melakukan pembelajaran luring di Panguapan Batu Gaja.

Suparto Togatorop, Sekretaris Desa, Desa Siborutorop dan Kepala Desa Lumban Sialaman Kecamatan Paranginan, Betman Siburian mengaku mendukung program pemerintah memberlakukan belajar dengan model daring demi memutus penyebaran Covid 19.(edison ompusunggu)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar