Pembinaan Karakter, Jadi Bagian Penting Bagi Pusdiklat Industri

MEMBERI HADIAH – Asisten  Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Raden Wijaya disaksikan Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Yulia Astuti memberi hadiah kepada salah seorang peserta diklat.-tubasmedia.com/sabar hutasoit.

 

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Asisten  Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Raden Wijaya Kusumawardhana memberikan apresiasi kepada Kemenperin melalui BPSDMI yang menerapkan pembinaan karakter kepada segenap peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) 3in1 di BDI Jakarta.

“Pembinaan karakter memang menjadi nomor satu dan penguasaan ilmu dan keterampilan menjadi nomor dua,’’ kata Raden pada penutupan Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22, 23 dan 24 yang diselenggarakan BDI Jakarta, di Jakarta, kemarin.

Menurut Raden, apalah artinya seseorang menguasai ilmu dan keterampilan, jika karakternya tidak terpuji. Karena itu disebut bahwa sekolah itu seharusnya mencetak anak berkarakter bukan mencetak anak yang pintar.

Seseorang yang sudah memiliki karakter yang terpuji, sudah dapat dipastikan kalau dia itu memiliki integritas yang tinggi, jujur, disiplin dan punya etos kerja yang tinggi.

‘’Karena itu, kami memberi apresiasi kepada Kementerian Perindustrian yang selain mengajarkan teori-teori industri, juga mengedepankan pembinaan serta pendidikan karakter,’’ tambahnya

Sementara itu, Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang pembinaan karakter bagi tenaga kerja industri sangat penting. Alasannya agar tenaga kerja industri tersebut mempunyai sikap tanggungjawab, disiplin, jujur dan berintegritas tinggi dalam bekerja.

‘’Pembinaan karakter bagi tenaga kerja industri saat ini menjadi bagian yang penting. Hal itu perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing industri itu sendiri,’’ kata Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Yulia Astuti usai penutupan diklat.

Yulia menjelaskan, BSDMI melalui 7 unit kerja BDI yang tersebar di beberapa daerah dalam menyelenggarakan kegiatan Diklatnya tidak hanya membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan, melainkan ditambahkan dengan  kegiatan pembinaan karakter bagi peserta Diklat tersebut.

Yulia menyebut,  BPSDMI tidak ingin para peserta diklat hanya menguasai keterampilan atau keahlian sesuai kompetensi yang diajarkan para instruktur, tetapi mereka dibekali dengan pembinaan karakter,sebelum ditempatkan bekerja di industri.

‘’Dengan pembinaan karakter, peserta Diklat ini ini diharapkan bisa mengenal  dan paham serta dapat beradaptasi terkait lingkungan kerja sesunguhnya. Mereka bisa melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab,’katanya.

Kepala BDI Jakarta, Hendro Kuswanto menambahkan,untuk pembinaan karakter para peserta Diklat ini pihaknya menjalin kerjasama dengan pihak aparat keamanan, seperti TNI AD.(sabar)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar