Pemerintah Baru Jokowi-JK Dorong Kepercayaan Investor

Presiden SBY bersalaman dengan Presiden Terpilih Jokowi didampingi Wapres Terpilih Jusuf Kalla

Presiden SBY bersalaman dengan Presiden Terpilih Jokowi didampingi Wapres Terpilih Jusuf Kalla

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengharapkan pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla bisa mendorong kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Pemerintah baru yang akan dilantik hari ini, Senin, 20 Oktober 2014, bisa mendorong lebih kuat tingkat kepercayaan dengan menjaga momentum fundamental yang terjaga untuk jangka menengah dan panjang yang berkelanjutan.

Ketua BKPM dalam pemapaparan realisasi investasi di Jakarta, baru-baru ini, menjelaskan pencapaian cemerlang dari realisasi investasi triwulan III tahun 2014 yang tumbuh 16,8% menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi dasar fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Demikian pula ekspektasi dan kepercayaan yang kuat terhadap dasar dan motor pertumbuhan utama Indonesia tetap berlanjut karena didorong oleh kelas menengah. “Intinya, mereka mau lihat apakah mau ‘top-up’ investasi. Itulah yang mau mereka konfirmasi dari pemerintah baru,” kata Mahendra.

Pemerintah baru periode 2014-2019 ini diharapkan dapat membawa angin segar guna menumbuhkan ekspektasi investor dan meningkatkan realisasinya. BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan III 2014 (Januari – September 2014) mencapai Rp 119,9 triliun atau tumbuh 19,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 100,5 triliun. Angka tersebut memecahkan rekor pencapaian tertinggi sejak tahun 2010.

Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 41,6 triliun, naik 24,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 16,9% dengan sebesar Rp 78,3 triliun. Secara kumulatif realisasi investasi pada Januari-September 2014 mencapai Rp 342,7 triliun, tumbuh 16,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228,3 triliun dengan pertumbuhan 14,6%. Pertumbuhan itu ditopang oleh realisasi investasi PMDN di sektor listrik, gas dan air, industri makanan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran serta industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi.

Realisasi PMDN mayoritas disumbang oleh Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sementara realisasi investasi PMA ditopang oleh sektor pertambangan; transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri makanan; industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi serta tanaman pangan dan perkebunan. Realisasi PMA datang dari Singapura, Jepang, Belanda, Inggris dan Malaysia. Sedangnya di dalam negeri, realisasi PMA dilakukan di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Banten dan Jawa Timur. (sis)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar