Pemerintah Dorong Basis IKM, Kondisi Perekonomian Banten Kembali Normal

images

TANGERANG, (tubasmedia.com) – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Banten akan kembali normal, jika pemerintah mampu mendorong basis industri kecil menengah (IKM).

Karena selain mendorong pengentasan pengangguran, industri kecil menengah tidak terpengaruh secara langsung pada ekonomi dunia.

“Banten memiliki industri hulu yang dominan, sayang tidak didorong maksimal hingga ke industri hilir,” kata Rosan di Tangerang, Banten, Selasa (22/9) malam.

Menurut Rosan, Provinsi Banten memiliki posisi geografis yang mendukung pada berkembangnya kegiatan perekonomian daerah. Perekonomian Provinsi Banten selama periode 2006-2014memiliki kinerja yang hampir sama dengan perekonomian nasional.

Pertumbuhanekonomi rata-rata selama periode tersebut sebesar 5,83 persen per tahun, sedangkan tren Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) selama empat tahun terkahir, yakni 2011 – 2014 terus mengalami penurunan.

“LPE 2011 sebesar 6,38 persen, tahun 2012 6,15 persen, tahun 2013 5,86 persen, dan LPE tahun 2014 5,47 persen, hal ini disebabkan oleh penurunan konstribusi produksi sektor industri yang mempengaruhi kinerja ekspor dan meningkatnya impor yang masuk ke Banten,” katanya.

Dijelaskan, data PDRB Banten Triwulan II 2015 menunjukkan sektor penopang utama pertumbuhan ekonomi wilayah Banten saat ini adalah pertanian, perikanan, dan perkebunan (10,83%). Sektor-sektor tersebut biasanya berskala kecil.

“Melihat kontribusi besar sektor pertanian dan perikanan maka sudah waktunya Provinsi Banten memberikan perhatian lebih pada sektor UMKM. Data di atas menunjukkan bahwa UMKM adalah sektor ekonomi yang tahan krisis,” kata Rosan. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar