Pemerintah Kota Bogor Kembangkan e-Surat

131114-nas1

BOGOR KOTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah Kota Bogor mulai mengembangkan sistem e-surat (surat elektronik) dalam proses komunikasi dan koordinasi antarunit kerja. Program pengembangan e-surat diluncurkan pada Rapat Kerja Daerah Kota Bogor tahun 2014 yang berlangsung di Hotel Grand Ussu Cisarua, Bogor, baru-baru ini.

Menurut Ir H Chusnul Rozaqi MM, Kepala Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, sistem ini diharapkan sudah bisa diterapkan di seluruh SKPD di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor dan bisa berjalan efektif mulai tahun 2015. Saat ini sistem tersebut baru diterapkan di lingkungan Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Bogor.

E-surat merupakan bagian dari sebuah sistem informasi dalam pengembangan teknologi komunikasi yang bertujuan menyederhanakan proses administrasi surat menyurat melalui pemanfaatan internet dan surat elektronik. Pemanfaatan e-surat juga merupakan salah satu cara mensosialisasikan dan mengembangkan e-government di Kota Bogor.

Penggunaan sistem e-surat dapat mempercepat arus informasi di antara unit-unit kerja. Para pimpinan unit kerja bisa lebih cepat mengambil keputusan.

“Disposisi pimpinan ke para staf teknis atau staf plaksana bisa lebih cepat, sehingga keputusan pimpinan bisa segera dilaksanakan atau ditindaklanjuti,” ujar Chusnul.

Selain itu, penerapan e-surat bermanfaat untuk mengurangi penggunaan dari pembelian kertas dan tinta printer.

“Secara bertahap, sistem ini bisa diarahkan sekaligus untuk mengembangkan paperless di lingkungan SKPD Pemerintahan Kota Bogor,” lanjut Chusnul.

Kalau paperless sudah terwujud, jelas akan menghemat pembelian kertas dan tinta printer. Sistem ini juga akan mendukung proses pendokumentasian arsip secara elektronik.

Di era komunikasi sekarang, surat menyurat di antara unit kerja di lingkungan pemerintahan, dinilai kurang efisien. Cara konvensional selain membutuhkan banyak kertas ,juga membutuhkan sistem distribusi yang memakan waktu relatif lama.

“Surat masih dalam bentuk hard copy dan didistribusikan oleh kurir, jelas kurang efektif. Padahal sejalan dengan proses reformasi birokrasi, pelaksanaan setiap kegiatan termasuk proses surat menyurat diharapkan bisa berlangsung secara efektif dan efisien,” katanya. (syamsul)

Berita Terkait

Komentar

Komentar