Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Lebih Baik Kuartal Kedua

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah optimistis pada kuartal kedua ini perekonomian Indonesia bisa lebih baik lagi. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto saat menerima Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor D. Matheson, di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, pekan lalu.
Seskab mengatakan, pada 6 bulan awal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK), Presiden Jokowi berupaya mengonsolidasikan pemerintahan agar berjalan dengan baik dan efektif. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada 5 bidang, yaitu infrastuktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata yang dikenal dengan istilah IMEPP.
Selain itu, Presiden menilai untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan maju, ada 4 hal yang harus menjadi perhatian pemerintah, yakni reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur sebagai penunjang konektivitas, investasi, serta pariwisata.
“Konektivitas adalah salah satu penunjang utama terwujudnya poros maritim,” kata Andi seraya menyebutkan, dalam mewujudkan poros maritim itu terdapat 5 bidang yang menjadi fokus pemerintah, yaitu pembangunan budaya maritim, ekonomi maritim, konektivitas maritime, seperti tol laut dan perbaikan infrastuktur kemaritiman, diplomasi maritim, serta pertahanan maritim.
Laman Setkab, Senin (29/6/2015) menyebutkan, terkait dengan permasalahan Papua, Seskab Andi Widjajanto mengemukakan, pemerintahan Jokowi berupaya membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih baik lagi dengan masyarakat Papua.
Dikemukakan, pemerintah terus berupaya mencari terobosan dalam membangun tanah Papua. Hal itu dilakukan, misalnya, dengan memberikan grasi kepada 5 tahanan politik Papua.
Selain itu, Presiden berupaya membuka akses peliputan bagi media yang ingin meliput tentang Papua. “Pada intinya, pemerintah berupaya membangun kepercayaan dari masyarakat Papua, perbaikan sosial ekonomi, mewujudkan green economy, pemberdayaan masyarakat adat serta pembangunan infrastruktur, sebab salah satu hal yang menjadi penyebab permasalahan ekonomi di Papua selama ini adalah konektivitas,” katanya. (ril/ender)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar