Pemerintah Revitalisasi Program KB

ID-10052646-e1404288020256

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Dunia berubah semakin ekstrem, kompleks, dan tantangan ke depan pasti semakin berat. Semua itu hanya bisa dihadapi apabila kualitas hidup setiap warga dunia adalah prima.

Hal itu dikemukakan Presiden Joko Widodo pada pembukaan International Conference on Family Planning (ICFP) 2016 di Nusa Dua, Bali, Senin (25/1/2016) sore. Menurut Jokowi, hanya ibu yang sehat, anak yang sehat, keluarga yang sehat dan sejahtera dapat melahirkan generasi berkualitas, generasi berkarakter, generasi yang berbudi luhur, yang cinta sesama manusia.

Berkaitan dengan itu, Presiden mengatakan, keluarga berencana, ibu yang sehat, keluarga yang sehat dan sejahtera menjadi sangat penting. “Keluarga berencana menjadi investasi strategis untuk memastikan generasi masa depan, untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan, untuk mencapai keamanan global, serta kemakmuran dunia,” katanya, seperti dikutip dari laman Setkab.

Presiden Jokowi mengatakan, Pemerintah Indonesia tengah bekerja keras untuk merevitalisasi Program Keluarga Berencana. Tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Indonesia ke depan akan semakin besar.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2014-2015 sekitar 1,32 persen. Artinya, per tahun penduduk Indonesia tumbuh sekitar 3 juta jiwa. Selain itu, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi pada 2020-2030, di mana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Dikatakan, untuk menghadapi tantangan-tantangan itu, Pemerintah Indonesia selalu mendorong program aksi yang bersifat lokal dengan melibatkan partisipasi warga. Menggunakan pendekatan Kampung Keluarga Berencana di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi secara signifikan angka putus kesertaan Program KB. Selain itu meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang sebab kalau alat kontrasepsi jangka pendek, seperti pil dan suntik, akseptor kerap lupa sehingga angka putus keluarga berencana menjadi meningkat.

Menurut Presiden, program kesehatan yang dijalankan pemerintah juga mencakup biaya keluarga berencana yang terjangkau atau bahkan gratis untuk pasangan KB.

“Kami lakukan training untuk ribuan dokter dan ibu rumah tangga untuk edukasi masyarakat mengenai keluarga berencana,” kata Presiden.

Selain itu, pemerintah mendorong keterlibatan perempuan yang tergabung di dalam Gerakan PKK sebagai motor penggerak Posyandu, program KB, maupun menggerakkan program kesejahteraan keluarga di seluruh desa. (ril/end)

Berita Terkait

Komentar

Komentar