Pemerintah Tak Fokus Lindungi Industri Nasional

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Pemerintah dinilai tidak fokus melindungi industri di Tanah Air karena lamban dalam menerapkan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) dan anti dumping di tengah kondisi industri domestik yang semakin terpuruk.

Anggota Forum Komunikasi Asosiasi Industri Nasional, Franky M. Sibarani menegaskan pemerintah terkesan kurang berani dalam mengambil tindakan tegas atas produk impor yang masuk ke dalam negeri, meski kerugian yang ditimbulkan sudah terbukti melalui hasil penyelidikan dari otoritas terkait.

“Ini bukti pemerintah tidak fokus melindungi industri dalam negeri. Harus ada keberanian untuk mengeluarkan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) dan bea masuk anti dumping (BMAD) atas suatu produk impor yang sudah jelas merugikan industri domestik,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela jumpa pers terkait surat terbuka kepada Presiden RI yang dilayangkan oleh Forum Komunikasi Asosiasi Industri Nasional, kemarin. 

Forum Komunikasi Asosiasi Industri Nasional beranggotakan sejumlah asosiasi di antaranya Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo), Gabungan Elektronika Indonesia (Gabel), Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI), Asosiasi Polyesther Syntetics Fibra Indonesia (Apsyfi), Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (Asmindo), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Persatuan Perusahaan & Asosiasi Kosmetika Indonesia, The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), dan Gabungan Asosiasi Produsen Besi Baja Seluruh Indonesia (Gapbesi). ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar