Pemerintah tidak Mau Beli Alkes Buatan Indonesia, Lebih Senang Beli Impor, Kenapa ?

SEMARANG, (tubasmedia.com)  – Upaya untuk menghentikan impor alat-alat kesehatan dengan meningkatkan investasi dan mutu produk  alkes dalam negeri adalah tidak tepat. Pasalnya, mutu produk nasional tidak kalah dengan mutu alkes impor.

“Yang penting didorong adalah minat beli pengelola rumah sakit di Indonesia akan alkes buatan Indonesia sendiri. Sepanjang minat membeli produk negeri sendiri hilang, jangan mimpi produk impor bisa distop,’’ kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Hadi Pranoto di Semarang kemarin.

Hadi yakin betul, mutu alkes buatan Indonesia, tidak perlu diragukan dan siap bertarungdengan alkes buatan luar negeri. Apalagi tentang harga, Hadi yakin betul, harga alkes buatan nasional jauh lebih rendah dibanding alkes impor.

‘’Kalau begitu kenapa konsumen Indonesia lebih senang beli alkes impor,’’ tanya wartawan yang dijawab bahwa itulah yang menjadi soal yanbsekaligus jadi PR-nya penguasa negeri ini.

Bayangkan, lanjut Hadi, dari Rp 58 triliun anggaran pembelian alkes tahun 2018, hanya 6 persen yang dialihkan membeli produk dalam negeri. Selebihnya dipakai untuk memberi alkes impor.

Padahal kata Hadi, tidak sulit mengarahkan para pengelola rumah sakit agar membeli alkes dalam negeri sebab rumah sakit di Indonesia umumnya milik pemerintah sehingga penerapan anggaran itu adalah pemerintah sendiri.

Pemerintah tinggal buatkan ketentuan agar seluruh SKPD dan rumah sakit serta instansi kesehatan milik pemerintah menggunakan alkes buatan lokal dan dilarang membeli impor.

Tidak Salah

‘’Itu saja, gampang dan jika pemerintah terbitkan ketentuan itu tidak akan ada yang marah. Kecuali ketentuan itu diarahkan kepada rumah sakit swasta, tidak bisa karena swasta bebas mau beli dari manapun. Tapi jika kepada rumah sakit milik pemerintah, tak salah, bagus, positif,’’ katanya.

Alangkah naifnya kata Hadi, jika rumah sakit pemerintah tidak mau membeli alkes buatan negeri sendiri. ‘’Naif bangat. Kami siap bertempur dengan produk asing. Alkes model apapun bisa kami produksi, asal pemerintah mau membeli. Tapi kalau pemerintah selaku konsumen alkes tidak ada niat membeli produk sendiri, buat apa kami produksi?,’’ katanya. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar