Pemkab Taput Beri Bantuan Pupuk Bayar Panen Kepada Petani

cabai

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mengatakan, dalam melakukan budidaya tanaman cabai, pihaknya memberikan bantuan pupuk bayar panen (yarnen) kepada petani. Bantuan itu salahsatu cara memutus rantai tengkulak/ijon serta menekan peredaran pupuk palsu di Tapanuli Utara.

“Tidak mungkin Perusda menjual pupuk palsu. Coba berani, kan ada Bupati. Lalu, soal harga tidak mungkin juga Perusda mempermainkan harga ke petani. Masih ada Bupati Tapanuli Utara yang pro-rakyat. Saya sudah perintahkan Perusda masuk ke seluruh kecamatan. Kalau dulu Perusda hanya masuk ke-7 kecamatan, saat ini harus masuk ke-15 kecamatan se-Tapanuli Utara,” kata Nikson.

Penyertaan modal ke Perusda pertanian menurut Nikson, masih kurang dan diharap pihak DPRD Taput tidak terlalu banyak bertanya agar kegiatan-kegiatan yang pro-rakyat itu dapat berjalan.

“Mudah-mudahan setelah adanya pasar lelang, animo masyarakat semakin tinggi untuk bertani. Harapan kita, doa dan dukungan masyarakat serta jangan terlalu banyak negatif dengan program tersebut. Kami akui, kami bukan manusia sempurna dan banyak kelemahan. Tetapi, kami berkomitmen untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus Tapanuli Utara menjadi contoh buat daerah lain,” jelasnya.

Nikson mengakui, kegiatan lelang hasil pertanian itu mendapat apresiasi dari daerah lain. “Kita telah diundang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi narasumber untuk lelang komoditas pertanian. Itu karena Tapanuli Utara satu-satunya daerah di Sumatera yang telah melakukan lelang komoditas pertanian,” ujarnya.

Bupati menambahkan, untuk membangun Indonesia adalah harus ada controlling, monitoring dan nurani penyelenggara pemerintah bersama stakeholder.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Taput Tony Simangunsong mengatakan, budidaya tanaman cabai di Taput tersebar di 15 kecamatan. Dan, Kecamatan Siborongborong merupakan sentra pertanaman dengan luas panen cabai mencapai 638 hektare.

Tahun 2015, luas panen cabai di Taput berkisar 2.345 hektare dengan total produksi mencapai mencapai 171.416 kwintal. Tercatat hingga kondisi Maret 2016, luas panen cabai Taput berkisar 327 hektare dengan produksi 25.385 kwintal.

Simangunsong yakin pengembangan cabai merah di Taput dapat dilakukan secara terus menerus. “Kami juga mensosialisasikan pertanaman cabai dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan menggunakan agency hayati seperti jamur trikoderma sp dan bakteri antogonis yang dikelola di laboratorium Distanbun Taput,” jelasnya. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar