PEN, Sebuah Berkat bagi Taput

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah solusi pemulihan ekonomi yang sangat membantu dan sebuah berkat untuk Tapanuli Utara.

Pinjaman dana PEN dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) ini juga tidak ada beban bunga. Pengembaliannya maksimal 10 tahun dengan masa tenggang (grace priod) dua tahun dan dikembalikan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) setiap bulannya.

Hal itu dikatakan Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan pada rapat koordinasi dengan seluruh Camat, Lurah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP se-Taput melalui zoom meeting dengan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki anggaran dana PEN, di Sopo Rakyat rumah dinas Bupati Taput, Senin (7/12/2020).  “Saya tegaskan, jangan ada yang tidak sesuai spek,’’ujarnya.

Nikson juga menegaskan, dana PEN berbeda dengan pinjaman reguler SMI. Pinjaman reguler SMI adalah pinjaman yang diberikan ke pemerintah daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota) dengan bunga sebesar 8,45 persen per tahun sesuai masa bakti dari masing-masing kepala daerah.

Apabila masa baktinya tinggal 3 tahun, maka pengembalian kreditnya juga harus 3 tahun, tanpa grace priod. Kemudian pinjaman itu harus persetujuan dari DPRD melalui Peraturan Daerah (Perda) dan dibayar melalui APBD setiap tahunnya.

Menurut Nikson, dengan dibatasinya jangka waktu pembayarannya, maka pemberian pinjaman reguler SMI besarannya sangat dibatasi. Ini karena pengembalian kreditnya pada dasarnya jangka pendek.

Sedangkan pinjaman PEN SMI sesuai PMK 105/PMK.07/2020 tentang pengelolan pinjaman PEN untuk pemerintah daerah adalah program pemerintah dalam PEN yang dianggarkan terbatas hanya Rp 10 triliun untuk tahun 2020. Tujuannya pemulihan ekonomi dengan memprogramkan penanganan infrastruktur.

“Pinjaman PEN SMI ini sangat membantu daerah peminjam dalam pemulihan ekonomi, karena selain tidak ada bunga, tenggang waktunya yang panjang dan diberikan grace periode,” papar Nikson.

Dirinya juga mengajak agar memantau dan mengaawal bersama, karena untuk kemajuan masyarakat Taput. Nikson mengatakan, pembangunan di sekolah-sekolah menjadi tanggung jawab Kepsek memantau dan mengecek spesifikasi. Menurutnya, program PEN ini sebuah solusi luar biasa dan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Taput.(tony)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar