Pencarian Korban Air Asia QZ 8501 Dilanjutkan

pencarian-airasia-qz8501

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Operasi SAR musibah Air Asia QZ 8501 akan dilanjutkan. Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengemukakan hal itu dalam konferensi pers di lobi Gedung Basarnas, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Rabu, (28/1/2015).

Pesawat itu membawa 162 orang (155 penumpang dan 7 awak) ketika mengalami musibah dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu, 28 Desember 2015 di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sampai Rabu, korban yang sudah dievakuasi 70 jenazah. Basarnas berencana melanjutkan pencarian bersama potensi SAR, yang dimulai Sabtu, 31 Januari 2015. Setelah ditariknya Satgas SAR TNI, dalam dua hari ini, Kabasarnas mengatakan, pihaknya mengistirahatkan Tim SAR di lapangan.

Dua hari tersebut selain dimanfaatkan untuk memulihkan tenaga para personel setelah 32 hari melakukan operasi SAR, juga dimanfaatkan kapal-kapal untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar.

Seperti dipetik dari laman Basarnas, Rabu petang, area pencarian difokuskan pada daerah prioritas kedua dengan luas 25 nm². Titik pencarian difokuskan pada sembilan koordinat yang telah ditemukan sebelumnya oleh Kapal Geo Survey dan RSS Swift.

Kekuatan yang akan terlibat pada operasi SAR lanjutan antara lain: SRU udara, yakni 2 unit helikopter Basarnas dan 1 unit fix wing yang disediakan oleh Air Asia. Sedangkan SRU laut antara lain: KN SAR Pacitan, KN SAR Purworejo, KN SAR Pontianak, KN SAR Jakarta, kapal tunda dan ponton Pemkab Kotawaringin, Diving Boat untuk kegiatan salvage, serta peralatan deteksi bawah air dari Asosiasi Surveyor Laut Indonesia.

Selain itu, dikerahkan, 25 penyelam dari Basarnas Special Group, 20 penyelam dari SKK Migas, 15 penyelam tradisional dari Kotawaringin Barat, serta 8 ahli salvage dari Batam beserta perlengkapannya. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar