Pencarian Pesawat Dilanjutkan, Maklumat Pelayaran Dikeluarkan

PencarianAirAsia

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pencarian dan evakuasi korban musibah pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ8501 kembali dilanjutkan Basarnas dan tim gabungan, Sabtu (3/1/2015) pagi. Sampai Jumat (2/1) malam, sudah 30 jenazah dievakuasi dari perairan Selat Karimata.

Selain proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan kapal-kapal, juga sudah dikeluarkan Mapel (Maklumat Pelayaran) kepada kapal-kapal yang melintas, termasuk kapal nelayan tradisional, agar melaporkan bila menemukan sesuatu yang berkaitan dengan musibah itu. Pemapelan dilakukan melalui SROP radio-radio pantai.

Lebih lanjut Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam jumpa pers, Jumat petang, seperti dikutip dari laman Basarnas, Sabtu pagi, menyebutkan, dalam operasi SAR pada hari ke enam (Jumat) ditambah satu sektor dari rencana awal, karena adanya perkembangan penemuan dan hal taktis lainnya.

Dikemukakan, di sektor tambahan itu ditempatkan tiga kapal yang mampu mendeteksi “under water”, yakni KN Baruna Jaya I, KRI Geo Survey, dan kapal Singapura RSS Persistance. Sebanyak 22 kapal menyisir di sekitar sektor yang ditentukan dan juga delapan unit bantuan dari negara sahabat. Sedang unsur SAR yang melaksanakan pencarian melalui udara terdiri dari 5 unit pix wing dan 8 unit heli.

Kabasarnas mengkonfirmasi, jumlah korban yang ditemukan 30 jenazah. Sebanyak 10 jenazah dalam proses penerbangan ke Surabaya, 4 berada di Pangkalan Bun, dan 7 di KRI Bung Tomo, 1 lainnya masih berada di KD Pahang milik Malaysia.

Basarnas bersama tim SAR gabungan terus berupaya keras menghadapi cuaca dan gelombang ekstrem demi mengevakuasi 8 jenazah yang masih berada di kapal, untuk selanjutnya dibawa ke Pangkalan Bun. Selain penemuan jenazah, tim SAR gabungan menemukan beberapa objek dari pesawat nahas itu.

Dikemukakan, kondisi alam mempersulit proses pemindahan jenazah dari satu kapal ke kapal lainnya. Untuk mengantisipasi kesulitan terhadap tingginya gelombang yang tidak bersahabat, maka Jumat malam masuk ke daerah operasi SAR Kapal Tunda Samudera milik SKK Migas. Kapal ini dapat mempermudah proses transfer jenazah atau objek lainnya meski dalam kondisi gelombang tinggi.

Dua kapal tanker diperbantukan untuk melakukan bekal ulang, terutama bahan bakar. Sebanyak 5.000 kiloliter bahan bakar minyak dibawa oleh kapal milik SKK Migas dan KRI Sungai Gerong.

Pesawat jenis Airbus A320 itu, yang membawa 162 orang (155 penumpang, 7 awak), dinyatakan hilang kontak pada Minggu (28/12/2014)) dalam penerbangan Surabaya – Singapura di antara Tanjung Pandan – Pontianak. Jenazah dan sepihan pesawat itu ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalbar. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar