Pencarian QZ 8501, Basarnas Kerahkan Kekuatan Penuh

Loading

291214-nas2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Badan SAR Nasional, Senin (29/12/2014), mengerahkan armada udara, laut, dan darat, dalam lanjutan pencarian pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 8501, yang hilang kontak dalam penerbangan Surabaya – Singapura, Minggu pagi pukul 06.17 WIB. Basarnas mengerahkan kekuatan penuh dan memperluas areal pencarian. Pesawat itu membawa 162 orang, di antaranya 155 penumpang dan 7 awak.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FHB. Soelistyo, S.Sos, Minggu petang, mengemukakan, apa yang dilakukan Basarnas. Minggu, adalah langkah awal.

“Besok kita akan mulai melakukan pencarian dengan membagi area pencarian menjadi empat sektor dengan luas area pencarian mencapai 120 x 240 nm. Pencarian tahap pertama akan dilakukan selama tujuh hari, setelah itu akan kami evaluasi. Jika diperlukan akan kami tambah sesuai dengan kebutuhan,” katanya, seperti yang dipetik dari laman Basarnas, Senin pagi.

Dikemukakan, selain dua helikoper Basarnas, tujuh kapal dan puluhan sea rider, pencarian juga dibantu dua helikopter milik AU, dua pesawat Cesna milik AU dan satu Boeing milik AU. AL juga mengerahkan 2 pesawat Cesna dan 1 KRI.

Pencarian juga dibantu negara tetangga Malaysia dan Singapura. Malaysia dan Singapura mengerahkan tiga kapal dan satu Hercules.

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Marsekal Pertama TNI S.B. Supriyadi, Minggu petang, mengatakan, pada pencarian hari Minggu pihaknya mengerahkan tujuh kapal dan Senin ini ditambah satu lagi. Pencarian juga melibatkan dua helikopter Basarnas. Di antaranya, satu helikopter dauphin yang posisinya berada di TanjungPandan dan helikopter Bolkow, yang sekarang berada di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, upaya pencarian pesawat, Minggu, terkendala hari sudah gelap dan cuaca. Pencarian melalui udara terkendala cuaca yang mendung dan kadang gerimis. Itu mengakibatkan jarak pandang terganggu. Sedangkan pencarian di laut terkendala ombak yang berkisar antara dua hingga tiga meter.

Senin ini, pencarian dari Bangka Timur ke arah timur dan difokuskan di laut. Pencarian di darat juga dilakukan, dengan lokasi luas sekali. Basarnas akan mencoba meng-cover areanya mencapai 60 nm. Unsur yang terlibat, selain dari Basarnas, juga tim SAR negara tetangga, Malaysia, Singapura, dan Australia.

Menurut Supriyadi, selain dari Pangkalpinang, pencarian dilaksanakan oleh Kantor SAR Pontianak dan Tanjungpinang. Dari Pontianak bergerak kapal Rescue Boat Kantor SAR Pontianak Teluk Kalimata. Dari Pontianak diberangkatkan 1 helikopter milik TNI AU, dan pesawat Cesna CN-235 milik AU.

Sebagai langkah antisipasi jika hujan, Basarnas akan menggunakan penerbangan Instrumen. Dengan penerbangan Instrumen, helikopter Basarnas akan tetap mampu terbang melakukan pencarian di titik-titik yang dicurigai. (ender)

CATEGORIES
TAGS