Penderita Diabetes Mellitus Terus Meningkat

Laporan: Redaksi

Kuliah Umum Profesi Apoteker Angkatan XXIV USB

MEMAPARKAN - Pembicara sedang memaparkan materi pada Kuliah Umum Profesi Apoteker Angkatan XXIV USB (tubas/roian)

SURAKARTA, (TubasMedia.Com) – Program Studi Profesi Apoteker menyelenggarakan Kuliah Umum dengan judul “Gula Terkendali, Cegah Komplikasi, Hidup Penuh Arti” di Auditorium Universitas Setia Budi (USB), baru-baru ini. Pembicara dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, adalah dokter praktisi Bagian/Lab Patologi Klinik FK UNS/RSUD, dr Moewardi Surakarta dan bekerja di Program Doktor Ilmu Kedokteran UNS sebagai Sekretaris Prodi dan juga bekerja di Laboratorium Klinik Prodia.

Kuliah umum ini merupakan bagian dari penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan secara berkala oleh Program Studi Profesi Apoteker, yang diikuti oleh 195 peserta yang merupakan mahasiswa baru program studi profesi apoteker angkatan XXIV tahun akademik 2012-2013.

Tema tersebut diambil, dikarenakan angka kejadian diabetes mellitus semakin meningkat di Indonesia. Indonesia menduduki rangking 4 dunia dengan jumlah penderita pada tahun 2000 sebanyak 8,4 juta dan tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 21,3 juta. Diabetes Mellitus (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan gangguan metabolisme tubuh. Insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas) bertugas mengantarkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh, sehingga sel tidak kekurangan makanan.

Dalam kondisi normal, pankreas akan menghasilkan insulin yang cukup memadai untuk mengatur kadar gula dalam tubuh kita. Penyakit diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang biasanya ditandai dengan peninggian kadar gula dalam darah (hiperglikemia) sebagai akibat terganggunya sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Untuk beberapa jenis DM, glukosa masuk ke dalam sel hanya terbatas, mengakibatkan penumpukan di dalam darah, sedangkan sebagian lainnya dibuang lewat urine. DM tipe 2 makin banyak terjadi pada masyarakat, karena pola makanan dan gaya hidup yang tidak benar.

Dari tema yang diambil diharapkan calon apoteker yang akan berhadapan dengan pasien, akan mampu memonitoring dan memberikan konseling pada pasien dengan tepat, dari membaca hasil laboratorium. Diharapkan bagi pasien prediabetes segera diketahui untuk tidak menjadi diabetes dan mampu membantu pasien diabetes untuk tidak terkena komplikasi.

Disampaikan oleh pembicara, bahwa pemeriksaan laboratorium DM dilakukan dengan uji screening bagi yang memiliki faktor risiko, diagnosis bagi yang memiliki gejala terkena DM, Pemantauan Terapi dan Deteksi dini, risiko komplikasi. Uji Screening pada individu yang asimtomatik pada Usia ≥ 45 tahun, pemeriksaan diulang setiap 3 tahun. Pemeriksaan seharusnya dipertimbangkan pada usia lebih muda atau dilakukan lebih sering pada individu dengan: 1. Overweight (BMI ≥ 25 kg/m2); 2. Riwayat DM pada first degree relative; 3. Populasi etnis risiko tinggi; 4. Pernah melahirkan bayi dengan BBL > 9 lb (± 4 kg) atau didiagnosis GDM; 5. Hipertensi (≥ 140/90); 6. Kadar Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl (0,90 mmol/l) dan/atau kadar trigliserida ≥ 250 mmol/dl; serta 7. Tes sebelumnya mempunyai IGT atau IFG.

Pengelolaan DM dengan tujuan secara umum meningkatkan kualitas hidup pasien penyandang diabetes. Tujuan jangka pendek untuk menghilangnya keluhan dan tanda DM serta mempertahankan rasa nyaman dan sehat. Tujuan jangka panjang untuk mencegah dan menghambat progresivitas penyulit, mikroangiopati, makroangiopati dan neuropati dengan tujuan akhir turunnya morbiditas dan mortalitas dini DM (pengendalian hiperglikemia, tekanan darah, BB dan lipid). (roian)

Berita Terkait

Komentar

Komentar