Pengamat: Harus Tegas Soal BBM Bersubsidi

Laporan: Redaksi

ilustrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pengamat industri otomotif, Soehari Sargo, mengatakan, pemerintah hendaknya lebih tegas menyangkut kebijakan bahan bakar minyak bersubsidi. Dalam hal ini, subsidi harus benar-benar untuk masyarakat berpendapatan kecil.

Ketegasan itu dapat diwujudkan dalam kebijakan, yang nantinya mendukung pembatasan dan atau penghapusan subsidi. Umpamanya, semua kendaraan bermotor dinas pemerintah harus menggunakan pelat merah dan menggunakan BBM non-subsidi. Demikian dikemukakan Soehari Sargo menjawab pertanyaan tubasmedia.com, belum lama ini.

Ia mengatakan, masalah subsidi BBM, termasuk kompleks. Banyak pihak yang membutuhkannya, seperti nelayan dan pengelola angkutan umum. Tapi, selama ini, BBM bersubsidi juga dinikmati oleh orang-orang yang sebenarnya mampu membeli BBM nonsubsidi.

Oleh karena itu, Soehari Sargo mengharapkan pemerintah lebih tegas. Jika subsidi BBM dibatasi atau dihapuskan, maka kompensasi harus diberikan untuk masyarakat kecil, misalnya, dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, dan membangun angkutan umum.

Sebelumnya, pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian BBM bersubsidi, dalam bentuk, SPBU di Jakarta Pusat tidak lagi menjual solar (subsidi) dan SPBU di jalan tol tidak menjual premium.

Terkait dengan itu, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, di Jakarta, Jumat, (8/8), mengatakan, pemerintah tidak membatasi peredaran BBM. Pengaturan penjualan BBM bersubsidi di sejumlah wilayah rawan penyalahgunaan dimaksudkan untuk mengendalikan agar konsumsinya tidak melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah dan DPR. Ia meluruskan informasi yang berkembang di media massa, seolah-olah ada pembatasan BBM. Yang ada pengendalian.

Hal itu dikemukakan Wakil Menteri ESDM menanggapi keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang sejak 1 Agustus 2014, menghentikan penjualan solar bersubsidi di SPBU-SPBU di Jakarta Pusat. Kemudian, sejak 6 Agustus, seluruh SPBU yang berlokasi di jalan tol tidak menjual premium bersubsidi, hanya Pertamax series. (ender)

Topik :

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.