Pengamat: Prabowo Sudah Selesai, Publik tidak Simpati Lagi Kendati dia Mundur dari Kabinet Jokowi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ada yang mengusulkan, apabila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa dikerjaian dan dikhianati, sebaiknya dia mengundurkan diri dari kabinet.

Ini sebagai bentuk perlawanan secara terbuka kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengajaknya gabung kabinet.

Usulan itu terkait dengan penangkapan orang dekatnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Selain menteri, Edhy juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Tapi oleh pemerhati politik M. Rizal Fadillah, langkah itu tidak berguna lagi dilakukan. Prabowo yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan sudah lama ditinggalkan pendukungnya.

“PS sudah lama ditinggal oleh pendukung 08 akibat masuk kabinet, karenanya PS berhitung jika pilihan adalah keluar dari kabinet juga tidak berpengaruh pada peningkatan signifikan kefigurannya sebagai oposisi,” kata Rizal Fadillah, Kamis (26/11).

Rizal Fadillah menilai, Prabowo sebenarnya hanya bisa bermain di dalam pemerintahan untuk meningkatkan “bargaining position” diri, partai, atau kelompok pendukung.

“Akan tetapi dengan kasus OTT Edhy Prabowo maka PS semakin sulit bermain. Selama ini juga terkesan PS tidak pandai bermain. Lebih potensial untuk dimainkan,” terangnya.

Sekali lagi, Rizal Fadillah menekankan, Prabowo adalah masa lalu. Publik tidak akan simpati sekalipun dia mundur dari kabinet Jokowi.

“PS telah menjadi cerita oposisi yang kalah sebelum berperang. PS menjadi tipe ‘safety first’ ketimbang menjadi pejuang yang rela mengorbankan segalanya dan siap ‘timbul tenggelam bersama rakyat’,” tutupnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar