Pengusaha Kosmetika Korsel Bidik Pasar Indonesia

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Korea Selatan menaruh minat besar terhadap Indonesia sebagai pangsa pasarnya di Asia. Salah satu yang dibidik adalah pasar kosmetik dan skincare. Tentu ini menjadi tantangan bagi pelaku industri lokal.

Meski demikian, sejumlah pelaku industri mengakui tekanan di industri kecantikan tidak hanya lagi dari produk impor Korea. Tapi juga geliat bisnis kosmetik dalam negeri yang semakin cemerlang dari tahun ke tahun.

Sekretaris Perusahaan PT Martina Berto Tbk (MBTO) Muhammad Shabri menyatakan kalau berbicara tekanan akibat impor kosmetik yang terutama dari Korea, sama halnya berbicara tentang tekanan dari produk kompetitor yang relatif sama.

“Sehingga Martha Tilaar menyikapinya sama halnya dengan menghadapi kompetitor dalam negeri. MBTO akan lebih meningkatkan penjualan dan lebih meningkatkan brand awareness  kepada terutama kalangan muda,” jelasnya.

Shabri menjelaskan, sebagai upaya untuk menghadapi gempuran impor tersebut, Martina Berto selalu melakukan pembenahan tingkat stok di pasar sehingga terjadi kesesuaian antara produksi, stok di gudang, dan permintaan pasar. Titik lemah produk kosmetik Korea bahkan sudah dilihat oleh PT Johnson & Johson Indonesia.

Devy menjelaskan bisnis impor kosmetik dan perawatan pribadi (personal care) dari Korea ke Indonesia tidak semulus yang terlihat. Sebenarnya, keberagaman di kawasan ASEAN menjadi tantangan tersendiri bagi produk Korea.

Devy menjelaskan kulit wajah orang Korea secara umum berbeda dari penduduk di Asia Tenggara.  Maka, produk-produk Korea sejatinya harus terus berinovasi dengan menciptakan produk yang sesuai kulit wajah wanita Asia Tenggara.

Devy mengakui, tidak hanya produk kosmetik impor yang menjadi tantangan. Tapi produk kosmetik lokal mulai bermunculan dan tumbuh pesat.

Pasalnya, pengembangan industri kosmetik dalam negeri juga terus meningkat secara signifikan.  Pemerintah maupun sektor swasta menilai sektor ini memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa-masa mendatang.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar