Pengusaha Tiongkok Minat Investasi di Industri TPT di Indonesia

FOTO BERSAMA -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto  didampingi Dirjen KPAII Harjanto dan Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslaini berfoto bersama dengan  jajaran manajemen Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd di Shanghai, Tiongkok, 3 September 2016. (tubasmedia.com/ist)

FOTO BERSAMA -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen KPAII Harjanto dan Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslaini berfoto bersama dengan jajaran manajemen Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd di Shanghai, Tiongkok, 3 September 2016. (tubasmedia.com/ist)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa cukup banyak pelaku industri asal Tiongkok yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Salah satunya adalah Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd yang telah menyatakan minatnya untuk membangun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai investasi USD 100 juta.

“Kami tentunya menyambut baik minat Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd yang ingin berinvestasi di Indonesia. Kami juga telah menyampaikan kepada mereka beberapa opsi lokasi investasi seperti di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah mengingat di sana masih luas lahannya dan tenaga kerjanya yang tersedia cukup terampil,” kata Menperin di Jakarta, Senin (5/9).

Hal itu disampaikannya sebagai salah satu hasil kunjungan kerja mendampingi Presiden Joko Widodo ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) beberapa hari lalu dalam rangka menghadiri KTT G-20 di Hangzhou. Selain itu, Airlangga juga sempat menjadi narasumber pada Indonesia Business Forum di Shanghai.

Menperin juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co., Ltd di Shanghai.

Pada kesempatan itu, Menperin didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Harjanto serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

“Kami meminta kepada mereka agar dapat melakukan kerja sama dengan local partner,” ujar Airlangga.

Menperin menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah melakukan deregulasi kebijakan ekonomi untuk mengurangi aturan-aturan yang dapat menghambat perkembangan industri dan bisnis di Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 13 paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan.

“Pemerintah juga tengah mengkaji penurunan harga gas yang kompetitif bagi industri, termasuk untuk sektor TPT. Hal ini untuk meningkatkan daya saing industri tersebut,” tuturnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar