Penularan Corona di Singapura Stabil, Rumah Ibadah Mulai Diperlonggar

SINGAPURA, (tubasmedia.com) – Stabilnya penyebaran virus Corona di Singapura telah mendorong pemerintah Singapura melonggarkan lebih jauh jumlah hadirin di rumah ibadah dan pesta pernikahan.

Maksimum 100 jemaat diizinkan untuk beribadah di tempat ibadah mulai 3 Oktober mendatang dimana sebelumnya hanya maksimum 50 yang diperbolehkan.

Hal yang sama juga berlaku untuk acara pernikahan. Hadirin dinaikkan dari kapasitas maksimum 50 orang menjadi 100 orang.

The Straits Times melaporkan Rabu malam (23/9/2020), Kementerian Pemuda, Komunitas, dan Kebudayaan (MCCY) juga akan mengujicoba secara terbatas dalam waktu dekat ini untuk meningkatkan jumlah hadirin menjadi maksimum 250 orang.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong menyebut kegiatan ibadah sangat penting untuk banyak warga Singapura.   Namun kementerian juga tetap waspada dan berhati-hati karena banyaknya klaster Covid-19 yang muncul dari rumah ibadah di negara-negara lain.

Untuk acara pernikahan, 100 hadirin akan dipecah menjadi berbagai kelompok sebagai langkah preventif mencegah penyebaran virus yang berasal dari kota Wuhan, China itu.

Di kesempatan yang sama, Kementerian juga menyampaikan kabar baik lain. Bioskop yang saat ini hanya diizinkan menerima 50 pengunjung dapat meningkatkan menjadi 150 pengunjung mulai 1 Oktober mendatang. 150 orang ini harus dipisah dalam 3 zona masing-masing terdiri dari 50 orang.

Ketentuan ini hanya berlaku untuk bioskop berkapasitas lebih dari 300 orang. Update data covid-19 Singapura Berdasarkan data terakhir, jumlah penderita Covid-19 di negeri “Merlion” saat ini tercatat 57.639 pasien. 99,37 persen atau sebanyak 57.276 pasien telah sembuh total. Hanya tersisa 36 pasien atau 0,06 persen yang masih dirawat di rumah sakit.

285 pasien atau 0,49 persen sedang menjalani pemulihan di sejumlah fasilitas penyembuhan. Angka harian Covid-19 stabil pada kisaran dua digit yaitu antara 10-20 kasus per hari. Singapura mencatatkan angka harian terendah dalam 6 bulan terakhir yaitu 11 kasus pada 18 September lalu.

Infeksi di asrama pekerja asing telah terkendali setelah sempat meledak pada bulan April lalu. Singapura saat ini berada pada fase 2 menuju new normal (tatanan hidup baru) sejak 19 Juni lalu.

Menteri Pendidikan yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lawrence Wong menyampaikan besar kemungkinan Singapura akan bertransisi menuju fase 3 dalam beberapa pekan ke depan. Pada fase 3, diperkirakan angka maksimum berkumpul 5 orang perkelompok yang saat ini berlaku akan diperlonggar. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar