Penyebaran Virus Corona Ikut Memperburuk Kinerja Harga CPO

MEDAN, (tubasmedia.com) – ┬áPerang harga minyak yang dilakukan antara negara Arab Saudi dengan Rusia hingga berbuntut pada pelemahan harga minyak mentah dunia turut berdampak pada harga sejumlah komoditas.

Harga minyak mentah yang sempat bertengger di posisi US$ 50/barel, kini merosot ke US$ 29 hingga US$ 30/barel. Tidak ayal, harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ikut amblas ke RM 2.220/metrik ton dari sebelumnya sekitar RM 2.284 hingga RM 2.300/metrik ton.

Jika merujuk pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun ini, kinerja harga CPO kian memburuk karena sebelumnya sempat tembus RM 2.900/metrik ton.

Selain perang harga minyak, penyebaran virus corona juga ikut memperburuk kinerja harga CPO. Tren pelemahan terus terjadi apalagi ditambah dengan buruknya kondisi ekonomi global belakangan ini.

“Besar kemungkinan harga CPO masih akan melanjutkan tren pelemahan. Sentimen negatif cukup banyak,” kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (17/3/2020).

Namun penurunan harga CPO tidak sepenuhnya akan membuat harga TBS sawit akan mengalami penurunan yang sama di tingkat petani. Sejauh ini, pelemahan harga CPO justru dibarengi dengan pelemahan mata uang rupiah yang saat ini bertengger di level 15.015/dolar AS. Pelemahan mata uang tersebut diyakini akan membuat harga TBS di tingkat petani tidak mengalami penurunan harga yang signifikan.

Pelemahan rupiah akan menjadi bumper bagi harga sawit. Begitupun, tren pelemahan harga CPO belakangan dan pelemahan rupiah secara keseluruhan memberikan dampak buruk bagi harga TBS itu sendiri. Dan semua sentimen global yang ada di pasar adalah sentiment negatif ditambah serangan corona yang bisa saja membuat harga turun lagi.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, mengatakan, harga TBS sawit di petani Sumut sudah mengalami penurunan selama 3 pekan terakhir.

“Saat ini harga tertinggi hanya Rp 1.485/kg. Padahal sebelumnya masih ada yang berkisar Rp 1.550/kg. Tentu kami berharap pekan ini bisa lebih baik. Tapi melihat kinerja harga CPO, harga yang sampai ke petani pasti turun lag,” kata Gus.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar